Pengamat: Polisi Harus Keluar Dari Korban ‘Situasi Teroristik’

Polda Metro Jaya telah mengungkap identitas dua orang pelaku penembakan terhadap anggota polisi di tiga tempat di kawasan Tangerang Selatan, Banten.

Kedua orang itu diketahui bernama Nurul Haq alias Jeck (28) dan Hendi Albar (30). Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisari Besar Rikwanto, keduanya merupakan ahli dalam pembuatan senjata api rakitan, bom pipa, dan pernah mendapat pelatihan di Gunung Sawal, Ciamis, Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), Mulyana W Kusumah, mendesak pihak Kepolisian untuk segera keluar dari korban situasi teroristik dengan melakukan optimalisasi sumberdaya operasional untuk percepatan pengungkapan menyeluruh para pelaku kekerasan bersenjata terhadap personil Polri.

“Jaringan mereka masih aktif bergerak menopang dan melindungi aksi kekerasan bersenjata,” kata Mulyana di Jakarta, Sabtu (31/8/2013).

Mulyana juga mengapresiasi keberhasilan Polri mengungkap identitas pelaku penembakan tersebut. Baginya, hal tersebut menunjukkan kapasitas institusi yang  sungguh-sungguh memburu pelaku kekerasan bersenjata terhadap anggota Polri.

Mulyana mengatakan, dugaan bahwa pelaku pernah menjalani pelatihan paramiliter di Gunung Sawal, Jawa Barat, menunjukkan kerawanan lokasi di tertentu, yang merupakan area training para perencana dan operator kekerasan bersenjata kelompok terkait terorisme. Gunung Sawal, dengan luas sekitar 5.360 ha, jauh dari Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, adalah lokasi yang sulit dideteksi.

Mulyana menganggap kelompok ini harus diwaspadai. Maklum, mereka mempunyai tingkat/level  keterlatihan dalam menggunakan dan merakit senjata api serta bom pipa, memiliki jaringan, dan  mempunyai mobilitas yang tinggi.

“Sebelum tertangkap dan terungkap tuntas, para pelaku kekerasan bersenjata terhadap anggota Polri tetap berbahaya. Tidak tertutup kemungkinan mereka merancang aksi baru, walau dengan pelaku yang berbeda,” kata Mulyana, Direktur Seven Strtegic Studies (7SS).

Ia juga mendesak agar Polri proaktif menggalang dukungan masyarakat serta Pemerintah Daerah untuk bersama-sama menggulung kelompok pelaku kekerasan bersenjata terhadap anggota Polri, yaitu dengan memberi informasi kepada Polri tentang keberadaan para pelaku yang jatidiri sudah disebarkan.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut