“Pemuda Harus Merebut Negara”

Mantan Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dedy Rachmadi mengatakan, agenda pokok kaum muda sekarang ini seharusnya adalah merebut negara.

“Negara tetap menjadi arena politik yang strategis, karena hakekatnya merupakan tempat mengatur kepentingan umum,” kata Dedy dalam diskusi memperingati 88 Tahun Sumpah Pemuda di kantor Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD), Jumat (28/10/2016).

Dedy menjelaskan, berbagai persoalan yang dialami oleh rakyat Indonesia sekarang ini ada kaitannya dengan pengelolaan negara. Karena itu, tanpa keterlibatan kaum muda dalam mengelola negara, sulit mengharapkan kebijakan yang memihak rakyat.

“Saya berharap, PRD bisa ikut pemilu 2019, sehingga bisa terlibat di jantung pengelolaan negara. Sehingga agenda-agenda progressif bisa benar-benar objektif,” ujarnya.

Untuk kepentingan itu, lanjut dia, penting bagi kaum muda untuk terlibat dalam pemilihan di tingkat lokal. Setidaknya, bisa memperkaya pengalaman politik untuk perjuangan selanjutnya.

Selain itu, Dedy juga menganjurkan gerakan kaum muda, terutama mahasiswa, punya perhatian dan menjalin kerjasama terhadap sektor-sektor rakyat yang lain.

“Akhir-akhir ini interaksi gerakan mahasiswa dan sektor rakyat kelihatannya berkurang,” paparnya.

Padahal, kata dia, sejarah mengajarkan adanya kerjasama yang erat antara kaum terpelajar terdidik dengan sektor-sektor rakyat.

Selain itu, Dedy juga mengingatkan bahwa problem yang dihadapi pemuda saat ini tidak berbeda jauh dengan zaman sebelumnya, yakni neokolonialisme. Karena itu, pemuda harus punya pemahaman yang kuat soal geopolitik.

“Indonesia itu sangat strategis, terutama bagi negara industri maju seperti Eropa dan Jepang. Suka tidak suka, mereka akan melakukan ekspansi ekonomi,” jelasnya.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut