Pemrotes Kenaikan Harga BBM Bakar Patung SBY

KENDARI (BO): Ketidakpuasan terhadap rencana kenaikan harga BBM makin mengerucut rejim berkuasa, yakni SBY-Budiono. Di Kendari, Sulawesi Tenggara, ribuan pemrotes kenaikan harga BBM membakar patung SBY.

“SBY telah menghianati amanat penderitaan rakyat. Ia malah memilih patuh kepada kepentingan imperialisme,” ujar Ermilian Modo, koordinator lapangan Aliansi Mahasiswa dan Rakyat (Amanat).

Selain membakar patung SBY, mahasiswa juga sempat menyandera sebuah mobil plat merah. Setelah itu, ribuan mahasiswa ini bergerak menuju kantor RRI dan TVRI wilayah Sultra.

Dalam seruannya, jika harga BBM tetap dinaikkan, maka rejim SBY-Budiono harus diturunkan dari jabatannya. “SBY sudah gagal menyejahterakan rakyat. Ia malah menaikkan harga BBM dan menyengsarakan rakyat,” teriak seorang orator.

Sementara itu, lima ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Unhalu (KBM Unhalu) juga menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM dan TDL. Mereka memusatkan aksinya di kantor DPRD Sultra.

Dalam aksi itu, massa mahasiswa sempat menekan tiga anggota DPRD Sultra, yaitu Endang S.H (Demokrat), La Pili (PKS) Suwandi Andi, S.Sos (PAN), untuk menandatangani pernyataan menolak kenaikan harga BBM dan TDL.

Tidak semua anggota DPR menyanggupi keinginan mahasiswa itu. Endang SH, anggota DPRD dari partai Demokrat, memilih meninggalkan mahasiswa. Tindakan itu mendapat cemooh dari massa mahasiswa.

Solidaritas Untuk Kaum Buruh

Selain menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM, massa AMANAT juga bersolidaritas untuk perjuangan buruh PT.Wakatobi Resort. Mereka pun mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sultra.

Untuk diketahui, buruh PT.Wakatobi Resort sudah sebulan lebih menggelar aksi pemogokan. Namun, pihak PT.Wakatobi Resort tidak juga merespon tuntutan para buruh tersebut.

William Marthom, aktivis dari Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia (FSPBI), mengutuk keputusan Majelis Hubungan Industrial (MHI) yang menganggap pemogokan buruh tidak sah alias illegal.

“Ini adalah persekongkolan antara MHI dan pihak pengusaha,” ujar William Marthom.

William mengancam, jika dalam 3 kali 24 jam tidak ada penyelesaian dari pihak Disnaker, maka pihaknya akan menggelar aksi pendudukan. Ia berencana membangun posko di kantor Disnaker Sultra.

AMANAT merupakan gabungan dari organisasi seperti BEM Unhalu, KBM Universitas Muhamadiyah, KBM Hukum Unhalu, KBM Teknik Unhalu, KBM FKIP Unhalu, KBM FPIK Unhalu, Green Student Movement (GSM), Milisi Mahasiswa Radikal (MMR), PRP, dan Serikat Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI).

WIWIN IRAWAN

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut