Pemogokan Pekerja Sektor Publik Di Yunani

ATHENA: Pekerja sektor publik Yunani kembali melancarkan pemogokan 24 jam pada hari kamis (7/10) untuk melawan upaya pemerintah melaksanakan kebijakan penghematan ala Uni Eropa-IMF.

Mereka memperingatkan bahwa pemotongan itu akan mencekik pemulihan ekonomi dan mengarahkan Yunani menuju jalan buntu.

Pemogokan menghentikan aktivitas di kantor pajak dan bea cukai, balai pemerintahan kota, sekolah, dan universitas. Rumah sakit dijalankan dalam situasi darurat karena para dokter bergabung dalam pemogokan.

Aktivitas penerbangan juga sempat ditunda selama empat jam dan hampir seluruh penerbangan dijadwalkan ulang.

Sedikitnya tujuh ribu pegawai berbaris di pusat kota Athena dalam sebuah demonstrasi damai, dimotori oleh ribuan pekerja yang melakukan rally dibawah bendera merah komunis- front dari keseluruhan serikat pekerja militan.

Yunani kini sangat sulit menghindar dari kebangkrutan akibat utang setelah menjalankan program penghematan neoliberal yang ditukar dengan pinjaman sebesar €110 billion (£95bn) dari IMF dan negara eropa lainnya.

Pemerintahan Papandreou kini kembali memotong uang pensiun, memangkas gaji pegawai negeri sipil, dan menggenjot kenaikan pajak.

Dan pada hari Senin perdana menteri meluncurkan draft rancangan anggaran 2011 yang memotong upah dan anggaran kesejahteraan lebih jauh, meski ada kekhawatiran besar bahwa “langkah-langkah pengurangan deficit ini” bisa mengerem pemulihan ekonomi.

Serikat dan beberapa pengusaha menuntut bahwa pemerintah harus menerapkan kebijakan-kebijakan alternatif untuk mendorong pemulihan ekonomi, cukup stabil, dan pertumbuhan ekonomi berjangka panjang sebagai solusi nyata terkait defisit pemerintah.

Mereka mengklaim bahwa telam melihat dalam waktu singkat bagaimana pemotongan memaksa penutupan ratusan usaha kecil, yang tertekan oleh kenaikan pajak yang sangat tinggi dan kejatuhan daya beli dari rakyat.

Seorang jurubicara dari serikat utama dari pegawai negeri sipil, ADEDY, yang mewakili 700 ribu pekerja sektor publik, mengatakan: “Setiap hari berlalu, menjadi jelas bahwa kebijakan oleh pemerintah, IMF dan Uni Eropa, yang menyebabkan pekerja dan masyarakat jatuh dalam kemiskinan dan kesengsaraan, adalah merupakan jalan buntu bagi perekonomian.

Pemerintah sendiri memprediksikan dalam rancangan anggaran tahun 2011 bahwa pengangguran akan meningkat dari proyeksi 11,6 persen tahun ini  menjadi 14,5 persen pada tahun 2011, dan menjadi 15 persen pada tahun berikutnya. (MS/Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut