Pemogokan Pekerja Landa Spanyol Dan Sejumlah Eropa

Madrid: Pemogokan umum selama 24 jam yang diserukan pada hari Rabu (29/9) oleh serikat buruh di Spanyol untuk memprotes langkah-langkah penghematan anggaran berjalan dengan sukses, kata pemimpin dua federasi serikat buruh terbesar,  Confederacion Sindical de Comisiones Obreras (CCOO) dan Sindicato Union General de Trabajadores (UGT).

Lebih dari 70% pekerja, atau sekitar 10 juta pekerja, mengikuti seruan pemogokan umum ini, kata  Candido Méndez, presiden dari UGT, dan Ignacio Fernández, dari CCOO.

Pemogokan pertama sejak Zapatero berkuasa di tahun 2004 ini dimulai pada tengah malam.

Partisipasi massa bersar dalam pemogokan mencerminkan oposisi yang luas rakyat Spanyol terhadap reformasi perburuhan dan pemotongan anggaran sosial yang ditetapkan oleh pemerintahan pemerintah Perdana Menteri José Luis Rodríguez Zapatero, kata mereka.

Mereka meminta pemerintahan, yang dipimpin oleh Partai Pekerja Sosialis Spanyol (PSOE), untuk mengatasi apa yang mereka disebut “pergeseran kanan” dalam proses ekonomi, sesuatu yang tidak populer, langkah-langkah neoliberal.

Mendez dan Fernandez mengatakan rencana penghematan untuk mengurangi defisit anggaran hanya akan menunda “kedaruratan” spanyol dari krisis dan menempatkan negara ini paling bawah di Uni-eropa.

Serikat buruh mengatakan bahwa reformasi perburuhan yang baru, yang dilaksanakan dibawah tekanan Dana Moneter Internasional (IMF), akan mempersulit kehidupan para pekerja dan menurunkan upah mereka, namun akan menguntungkan bagi pengusaha.

Serikat pekerja juga menyesalkan pemotongan upah untuk pekerja sektor publik, pembekuan pensiun untuk tahun 2011, dan proposal untuk memperpanjang usia pensiun wajib dari 65 menjadi 67, adalah bagian dari langkah-langkah penghematan yang dituntut oleh Uni Eropa.

Pemogokan Menyebar Di Eropa

Ratusan ribu buruh juga melakukan pemogokan umum di Brussel (29/9) untuk menentang langkah penghematan anggaran oleh pemerintahan Uni Eropa.

Serikat buruh dan perwakilan aktivis dari 24 negara menguasai jalanan-jalanan kota dan melakukan pawai yang berakhir di Esplanade du Cinquantenaire park.

Serikat buruh mengatakan pekerja Uni Eropa menjadi korban terbesar krisis finansial yang dilakukan para bankir dan pengusaha.

Para pemimpin serikat buruh telah melakukan koordinasi untuk melakukan perlawanan seperti perlawanan pekerja tahun 1930-an.

Lautan spanduk berisi pernyataan, bahwa pekerja tidak mau dipaksa membayar dengan pekerjaan mereka sebuah krisis yang disebabkan oleh keserakahan para bankir.

Spanduk dan bendera RMT, PCS, NUT, TSSA, CWU, Napo, Unite dan Usdaw terlihat menonjol dari kontingen Inggris.

Sekretaris Internasional Serikat Buruh Portugis UGT, Wanda Guimaraes, menekankan point bahwa para pekerja telah memperlihatkan persatuan mereka.

“Demonstrasi hari ini menunjukkan bahwa gerakan serikat buruh adalah keluarga besar yang bersatu melawan pemotongan dan kemiskinan, serta masyarakat yang tidak inklusif,” katanya.

Dia menekankan bahwa serikat pekerja memiliki tanggung jawab untuk memimpin perjuangan untuk menyelamatkan pelayanan dan pekerjaan di seluruh benua.

Cedric Mahu, dari CGT Perancis, yang memiliki 10.000 delegasi dalam pawai ini, menyatakan bahwa pihaknya kembali akan melakukan pemogokan besar di negaranya pada tanggal 12 oktober mendatang untuk melawan kebijakan reaksioner Sarkozy.

Aksi protes menentang penghematan itu juga berlangsung di Yunani, Italia, Republik Irlandia dan Latvia.

Di Yunani dan Republik Irlandia, angka pengangguran mencapai tingkat tertinggi dalam 10 tahun ini sedangkan pengangguran di Spanyol berlipat ganda dalam tempo tiga tahun. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut