Pemogokan Buruh Kembali Melanda Perancis

PARIS: Serikat buruh utama di Perancis kembali melancarkan pemogokan umum nasional dan demonstrasi menentang kebijakan reaksioner pemerintahan Nicolas Sarkozy.

Ini merupakan pemogokan ketiga dalam satu bulan ini. Otoritas penerbangan sipil menyebutkan bahwa separuh penerbangan menuju dan dari Perancis akan dihentikan karena aksi pemogokan ini.

Sementara itu, pekerja sektor transportasi publik dan energi sedang mengumpulkan suara apakah memilih untuk memulainya dengan pemogokan terbuka.

Tiga pemogokan sebelumnya sudah menarik partisipasi massa yang sangat besar, diperkirakan mencapai jutaan orang, tetapi belum berhasil menghentikan rencana reformasi pensiun pemerintahan Sarkozy. Serikat buruh mengancam akan mengambil langkah dan tindakan yang lebih besar untuk menekan.

David Assouline, seorang pemimpin oposisi, menuduh Sarkozy mencoba memancing “konfrontasi” dan membawa serikat  buruh untuk “bertekuk lutut.”

Francois Chereque, pemimpin serikat buruh CFDT Perancis, mengatakan kepada  iTele perancis pada hari minggu bahwa aksi mogok hari selasa merupakan “kesempatan terakhir untuk membuat pemerintah mundur”.

Perlawanan Sosial Meluas

Di beberapa kota, partisipasi pemogokan sudah melibatkan partisipasi rakyat dan mahasiswa. Contohnya, di kota Amiens, ratusan pelajar dan mahasiswa berpartisipasi dalam pemogokan untuk mendukung guru-guru mereka.

Pelajar mendatangi sekolah-sekolah lain untuk mengajak terlibat dalam pemogokan. Departemen pendidikan melaporkan bahwa sedikitnya 300 sekolah tinggi akan diduduki atau setidaknya terganggu.

Para pelajar telah membagi-bagikan leaflet untuk menyerukan partisipasi pelajar lain dalam pemogokan ini.

Menurut jajak pendapat, sebanyak 71% orang perancis membenarkan aksi pemogokan ini. Hal ini diperkirakan akan semakin mengunci posisi Presiden sekarang, Nicolas Sarkozy, dalam menghadapi pemilihan mendatang.

Pengusaha Minta Bantuan Tentara

Jean-Luc Chauvin, seorang pemimpin federasi pengusaha, meminta kepada tentara dan polisi untuk turun dan membersihkan pemogokan di pelabuhan Fos-Lavéra dekat Marseille, di Perancis selatan.

Dalam konferensi pers pada hari Senin, jean-Luc Chauvin, yang juga merupakan presiden cabang regional Medef (gerakan pengusaha Perancis, organisasi pengusaha terbesar di negeri itu) menyerukan agar negara menggunakan kekuatan untuk menegakkan hukum dan membuka kembali aktivitas pelabuhan.

Serikat buruh CGT, serikat buruh yang sangat dekat dengan Partai Komunis Perancis, yang saat sedang mengontrol pelabuhan belum mengeluarkan pernyataan publik untuk menanggapi provokasi pengusaha itu.

Sebagian pihak menilai, statemen Chauvin adalah semacam pengujian, untuk melihat sejauh mana serikat buruh, media dan partai-partai kiri bereaksi terhadap ancaman penggunaan tentara untuk menindas pekerja.

Sedikitnya 224 pekerja di Fos-Lavéra sudah memulai pemogokan sejak 27 september lalu, untuk melawan rencana privatisasi terhadap pelabuhan. (Rh & Ulfa)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut