Pemogokan Buruh Berlanjut, Perancis Kekurangan Bensin

PARIS: Pemogokan para pekerja di Perancis masih terus berlanjut untuk menentang kebijakan reformasi pensiun pemerintahan Sarkozy. Sebelumnya, pada tanggal 12 oktober, 3,5 juta pekerja ambil bagian untuk memaksa pemerintah menghentikan rencananya.

Ada laporan tentang kekuarangan pasokan bensin di seluruh Perancis. Jalur pipa menuju bandara telah dimatikan, sehingga  bandar udara di ibukota, Charles de Gaulle, mungkin akan kehabisan bahan bakar awal minggu depan.

Ada kekhawatiran besar bahwa Perancis akan kekurangan bensin. Delapan dari 12 kilang minyak yang ada berhenti berproduksi, atau mencapai 70% dari kapasitas kilang minyak di Perancis. Pasokan bahan bakar terganggu di 50 dari 12.500 stasiun pelayanan BBM di seluruh perancis.

Damien Galera, delegasi dari serikat buruh CFDT di kilang minyak di Feyz, barat daya Perancis, mengatakan kepada BFM TV: “kegiatan kilang minyak terhenti. Ini adalah kesalahan pemerintah, yang merupakan satu-satunya pihak yang harus bertanggung jawab atas semua itu. Tujuan kami bukan untuk menciptakan kelangkaan BBM, melainkan untuk membuat suara kami terdengar dan menekan pemerintah untuk mendengar kami dan menghormati hak-hak kami.”

Charles Foulard, kepala serikat buruh CGT cabang perusahaan minyak raksasa Total Perancis, mengkonfirmasikan bahwa pekerja memilih untuk melancarkan serangan terbuka. “kami akan memperkeras pendirian kami.”

Para pekerja kilang bergabung dalam demonstrasi nasional yang dipimpin oleh serikat buruh pada hari selasa untuk memaksa pemerintah untuk mundur dari rencana reformasi pensiun.

Partisipasi Pelajar

Para pelajar dari sekolah tinggi turut dalam pemogokan sejak hari selasa lalu, di beberapa kota di perancis. Media setempat melaporkan, pihak kepolisian berusaha menyerang dan membubarkan pemogokan para pelajar itu. Di Lyon, puluhan pelajar ditangkap setelah bentrok dengan polisi.

Sebua komite mahasiswa menentang reformasi pensiun dibentuk di University of Toulouse Le Mirail, dalam sebuah rapat umum yang dihadiri ribuan mahasiswa.

Roland, juru bicara komite mobilisasi, mengatakan bahwa program mereka berjalan sukses pada hari rabu dan kini menuntut para professor untuk bergabung.

Media setempat melaporkan bagaimana para pelajar turun ke jalan-jalan bersama para pekerja, dan meneriakkn yel-yel anti-Sarkozy.

Bahaya Moderasi

Dukungan besar terhadap pemogokan terus mengalir. Suvery CSA menunjukkan bahwa 69% warga mendukung langsung aksi pemogokan ini, sementara 54% setuju jika serikat buruh mengorganisasikan pemogokan sampai pemerintah menghentikan rencana reformasi pensiun.

Jajak pendapat institute menjelaskan kepada AFP, bahwa “jelas dan ada keyakinan jika pemogokan it uterus berlanjut, maka rakyat akan terus-menerus memberikan dukungan.” Dia mengatakan bahwa banyak orang yang “tidak menentang secara formal” terhadap kebijakan itu, mengaku bersimpati kepada perjuangan sosial.

Sementara Sarkozy berharap bisa mengontrol pemogokan para pekerja, dan karenanya bisa menjalankan kebijakan reformasi pensiun, seperti kasus pemogokan melawan pemotongan pensiun 2007-8 dan perlawanan terhadap bailout 2009.

Karena itu, ada beberapa serikat buruk yang menolak mengorganisasikan pemogokan secara serius, dan mencari jalan untuk melakukan negosiasi dengan pemerintahan Sarkozy. Sekretaris  serikat buruh CGT, serikat yang dikenal dekat dengan Partai Komunis Perancis, menganggap seruan pemogokan serikat-serikat buruh sebagai “seruan abstrak dan sukar dimengerti”.

Analis politik dari ViaVoice, Miquet-Marty, mengatakan kepada Le Monde, “ pertanyaannya adalah mungkinkah provokasi opini publik bisa mendukung protes sosial yang berkelanjutan. Masuknya kaum muda dalam perjuangan memprovokasi perpecahan tanpa akhir antara rakyat dan negara.” (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut