Pemimpin DPR Korea Bertemu Jimmy Carter

Kim Yong Nam, Presiden Presidium Majelis Agung Rakyat Republik Demokrasi Rakyat Korea (DPRK), bertemu mantan pejabat Presiden AS, Rabu (25/8), demikian dilaporkan kantor berita resmi KCNA.

Mereka berbicara dengan ‘ramah’ dan Kim membuat resepsi perjamuan untuk menghormati Carter, kata KCNA.

Carter tiba pada hari Rabu dengan menumpangi pesawat sipil carteran. Perjalannya dilaporkan bertujuan untuk mengatur pembebasan warga AS yang dipenjarakan.

Carter disambut wakil Menteri Luar Negeri DPRK, Kim Kye Gwan, saat tiba di bandara internasional Pyongyang.

Carter menerima karangan bunga dari seorang anak kecil, menciumnya sambil tersenyum.

Tanpa berbicara kepada wartawan dan orang-orang di bandara, ia langsung masuk mobil dan pergi.

Wartawan yang hadir dari DPRK, Tiongkok, dan Rusia diberi tempat berdiri khusus dan tidak bias dekat dengan Carter.

Media AS mengatakan bahwa Carter akan berkunjung ke Pyongyang untuk merundingkan pembebasan Ayalon Mahli Gomes, yang ditangkap oleh DPRK pada 25 Januari karena negara itu secara ilegal.

Pada tanggal 6 April, Gomes, mantan professor berusia 33 tahun yang mengajar di Korea Selatan, dijatuhi hukuman delapan tahun penjara dan denda sekitar 700.000 USD.

Laporan media mengatakan, Carter akan menghabiskan semalam di Pyongyang dan kembali dengan Gomes pada hari Kamis.

Pemerintahan Obama pada hari Selasa menolak berkomentar mengenai kunjungan ini, dan mengatakan bahwa Washington tidak punya rencana untuk mengirimkan utusan ke Pyongyang dan akan terus melanjutkan evaluasi terkait keadaan Gomes melalui diplomat, dan menegosiasikan pembebasannya dengan Pyongyang.

Carter, pemenang nobel perdamaian, mengatakan bahwa kunjungannya adalah sebagai warga sipil, mirip dengan kunjungan presiden Bill Clinton lalu saat membebaskan dua perempuan AS yang ditahan di sana karena masuk secara illegal.

Laura Ling dan Euna Lee, yang bekerja untuk TV hari ini, keduanya didirikan oleh mantan Wakil Presiden Al Gore, ditangkap pada bulan maret 2009 karena menyebrangi perbatasan DPRK dari Tiongkok dan dijatuhi hukuman kerja-keras selama 12 bulan di bulan Juni.

Setelah kunjungan Clinton, di mana ia bertemu dengan pemimpin tertinggi DPRK Kim Jong-Il, Pyongyang mengumumkan pembebasan mereka.

Carter, seorang Demokrat, menjabat sebagai presiden AS 1977-1981 dan memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2002.

Dia melakukan perjalanan bersejarah ke DPRK pada tahun 1994, ketika itu dia membantu meredakan krisis mengenai program nuklir negara itu. (Xinhua/Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut