Pemilu Venezuela Penting Bagi Kaum Kiri Amerika Latin

Calon Presiden Venezuela dari kubu sosialis, Nicolas Maduro, sedang melambaikan tangan kepada pendukungnya.

Forum Sao Paulo, yang menghimpun organisasi dan partai kiri di Amerika Latin dan Karibia, melihat kemenangan Nicolas Maduro dalam Pemilu Presiden Venezuela pada pemilu 14 April mendatang sebagai kunci untuk masa depan kiri di kawasan ini.

Maduro, pemimpin baru Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV), dan Henrique Capriles, calon dari oposisi yang sangat heterogen, akan berhadapan dengan pemilihan untuk 6 tahun masa jabatan Presiden yang sebelumnya sudah dimenangkan Hugo Chavez (1954-2013) pada pemilu Oktober 2012 lalu.

“Bagi kami pemilu ini adalah kunci, karena kekalahan (Chavismo) di Venezuela berarti kemunduran bagi proses integrasi kawasan,” kata Valter Pomar, sekretaris forum ini dan sekaligus pemimpin partai berkuasa di Brazil, Partai Buruh (PT), kepada Inter Press Service (IPS).

“Di sini bukan hanya ekonomi Argentina dan Brazil yang terkena dampak dari kekalahan (Maduro) itu—yang tidak akan terjadi—tetapi keseluruhan ekonomi Amerika Latin, khususnya negara-negara yang paling lemah atau terbelakang pembangunan industrinya,” kata Pomar.

Partai yang tergabung dalam Forum Sao Paulo, yang diciptakan tahun 1990 di Sau Paulo atas inisiatif Partai Buruh Brazil—saat itu masih oposisi—saat ini memerintah di Bolivia, Brasil, Kuba, Dominika, Republik Dominika, Ekuador, El Salvador, Nikaragua, Peru, Uruguay dan Venezuela.

Beberapa diantara negara tersebut tergabung dalam Aliansi Bolivarian untuk Rakyat Amerika Kami (ALBA), blok alternatif untuk integrasi amerika latin yang didirikan oleh Venezuela dan Kuba, atau negara-negara yang mendapat keuntungan dari program Petrocaribe Venezuel, yang menyediakan minyak murah kepada 17 negara Amerika Latin dan Karibia.

Menurut forum ini, kemengan pertama Chavez sebagai Presiden, pada Desember 1998, merupakan awal kebangkitan untuk berkuasa sejumlah partai anggota forum ini. Dan sejak itu, katanya, tidak satupun diantara mereka yang dikalahkan di pemilu.

Ini tidak memasukkan Partai Sosialis Chile, yang dikalahkan oleh sayap kanan Sebastian Pinera pada tahun 2010, karena ia anggota Koalisi Kiri Tengah untuk Demokrasi (Concertación) yang berkuasa sejak tahun 1990.

Grup kerja forum ini, dengan 38 delegasi dari 27 partai kiri di 18 negara, berkumpul pada tanggal 1 April lalu di Caracas, Ibukota Venezuela, untuk memberi penghormatan kepada Chavez dan memberikan dukungan kepada Nicolas Maduro.

“Ini sangat baik untuk menunjukkan dukungan, yang menunjukkan kepada gerakan kerakyatan di Amerika latin dan Karibia bahwa Venezuela adalah strategis dan kemenangan Maduro adalah juga kemenangan untuk rakyat,” kata Rodrigo Cabezas, pemimpin PSUV dan anggota parlemen Amerika Latin yang menjadi tuan rumah pertemuan ini, di Cacaras, kepada IPS.

Sementara itu, Maduro sendiri bilang, “Inilah waktunya memperluas perjuangan untuk kemerdekaan baru Amerika Latin dari hegemoni AS dan dominasi imperialis. Jalan ini hanya awal dari sebuah fase baru.”

Orang yang sedang bertindak sebagai Presiden sementara Venezuela sekaligus Capres ini, yang menghadiri Forum ini dalam sebuah kunjungan ke makam Chavez di Caracas, menyatakan penghargaan khusus kepada Revolusi Kuba sebagai perintis jalan pembebasan di Amerika latin dan Karibia, yang melaju pertama dari pasaknya, wilayah pertama yang terbebaskan, dan menghasilkan dinamika perlawanan, perjuangan, dan menang.”

“Ya, kami sangat khawatir kalau kaum kanan menyiapkan sebuah operasi internasional, bukan hanya operasi nasional, untuk memukul balik kita. Ada sejumlah serangan balik di kawasan ini, seperti di Honduras dan Paraguay—yang terakhir ini melalui kudeta parlemen,” kata Pomar.

Ia merujuk pada penggulingan Presiden Honduras Manuel Zelaya pada 28 Juni 2009 dan penggulingan Presiden Paraguay Fernando Lugo pada 22 Juni 2012.

Meskipun demikian, Pomar bilang, “kami masih situasinya dalam keseimbangan. Kaum kanan gagal mengalahkan kami di negara utama dimana kami memerintah dan kami juga gagal mengalahkan mereka di Meksiko, misalnya. Tetapi keseimbangan relatif ini tidak akan bertahan selamanya.”

Menurut politisi Brazil ini, “hal yang bisa menguatkan kami adalah mempercepat perubahan di setiap negara dan memperkuat integrasi sebagai isu mendasar karena bagi banyak negara di kawasan ini tidak mungkin mendorong maju perubahan dalam keadan terisolasi. Itulah mengapa pemilu Venezuela penting bagi kami.”

Hal ini tercermin oleh kenyataan bahwa Forum ini lebih fokus pada pemilu Venezuela ketimbang pemilu Presiden Paraguay pada 21 April mendatang, dimana kaum kiri juga turut berkompetisi tanpa kekuatan nyata untuk menang mengalahkan dua kekuatan politik utama di negeri itu, yakni Colorado dan Liberal.

Pertemuan grup kerja Forum ini juga membahas secara singkat sejumlah kejadian internasinal, khususnya ancaman terhadap perdamain dunia yang dipicu oleh memanasnya hubungan Korea Selatan dan Korea Utara, konflik di Suriah, dan program nuklir Iran.

Meskipun forum ini setuju memprotes apa yang disebut provokasi yang dipicu oleh aktivitas militer AS di Korsel, tetapi forum ini juga mengeluhkan sikap Korea Utara yang seakan-akan memfasilitasi provokasi tersebut.

Dalam perdebatan mengenai situasi di Semenanjung Korea, mereka menyimpulkan, bahwa konflik itu akan akan memperkuat peranan AS di kawasan Asia Pasifik untuk menyingkirkan China dan mitranya di BRICS– Brasil, Rusia, India dan Afrika Selatan—sebagai kekuatan yang baru muncul.

Untuk situasi kawasan, pertemuan ini sepakat bahwa tugas paling mendesak adalah mendorong perundingan damai antara pemerintah Kolombia dan gerilyawan FARC yang bertempat di Havana, Kuba.

Dan di hampir setiap pertemuan Forum ini, aktivis kemerdekaan Puerto Riko—kali ini melalui Héctor Pesquera dari Gerakan Kemerdekaan Nasional Hostosian—bersikeras bahwa perjuangan melawan sisa-sisa kolonialisme di Amerika Latin jangan dilupakan dan menyerukan pembebasan terhadap Oscar López, yang ditahan maksimum 32 tahun di penjara keamanan AS dengan tuduhan konspirasi penghasutan dan perampokan bersenjata.

Humberto Márquez

Catatan: Artikel ini diterjemahkan dari http://www.ipsnews.net/2013/04/venezuelas-elections-crucial-to-latin-american-left/

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut