Pemilu Perancis: Kandidat Sayap Kiri Tidak Bisa Diremehkan

Jean-Luc Mélenchon, calon Presiden dari Front Kiri radikal, berhasil meraih empat point persentase dalam jajak pendapat dua minggu terakhir. Hasil itu memprediksi Mélenchon menempati urutan ketiga dalam pemilu putara pertama pemilu Presiden Perancis.

Menurut jajak pendapat LH2/Yahoo, Mélenchon akan memenangkan 15% suara dalam pemilihan putaran pertama pada 22 April mendatang. Ia menyalip kandidat dari ultra-kanan, Marine Le Pen, yang diprediksi meraih 13,5% suara.

Jajak pendapat yang sama memprediksi kandidat dari partai Sosialis, Francois Hollande, menang di putaran pertama dengan 28,5%. Sedangkan lawannya, Nicolas Sarkozy, sang incumbent dari sayap kanan, diperkirakan meraih 27.5%.

Untuk putara kedua pada 6 Mei mendatang, Hollande diperkirakan meraih 54% dan Sarkozy dengan 46%. Hollande kehilangan 1 point sejak 18 maret lalu, sedangkan Sarkozy menambah 1 point.

Kesuksesan Mélenchon tidak terlepas dari programnya yang cenderung kiri dan radikal. Ia bergerak menjauh dari agenda kiri Hollande, seorang kandidat sosialis yang berhaluan kiri-tengah.

Merespon penanjakan popularitas Mélenchon, kaum sosialis terpaksa menaikkan kadar programnya: mengusulkan pajak 75% terhadap pendapatan. Akhir minggu lalu, Arnaud Montebourg, seorang perwakilan khusus Hollande, mengatakan dirinya percaya terbukanya kemungkinan bernegosiasi dengan Jean-Luc Mélenchon saat pemilu legislative berlangsung.

Ketika didesak oleh wartawan, bekas menteri perburuhan sosialis, Martine Aubrey, mengungkapkan kemungkinan kehadiran komunis dalam pemerintahan yang dipimpin oleh sosialis.

“Kaum sosialis tidak tahu apa yang harus dikerjakan,” kata François Delapierre, kepala kampanye Mélenchon. “Strategi mereka sebelumnya adalah mari mengabaikannya (Mélenchon), tetapi sekarang mereka harus mengubahnya,” katanya.

Mélenchon sendiri bekas partai sosialis itu. Tetapi ia meninggalkan partai kiri tengah itu pada November tahun 2008 dan mendirikan partai baru: partai kiri. Pada 18 Maret lalu, 120.000-an orang berbaris di Paris menghadiri kampanyenya. Ia juga sukses menarik ribuan orang di setiap kegiatan kampanyenya di tingkat lokal.

Ia pun berencana mengintensifkan rapat-rapat akbar massa hingga hari pemilihan. Lebih dari 40.000-an orang diperkirakan hadir dalam pawai dan kampanye di Toulouse.

Front Kiri (Front de Gauche) adalah aliansi antara Partai Komunis Perancis dan Partai Kiri. Partai kiri sendiri menghimpun bekas anggota partai sosialis dan orang-orang yang belum menjadi anggota partai politik sebelum dan sesudahnya pecahnya partai hijau. Partai ini pertama kali mengikuti pemilihan di pemilu eropa tahun 2009.

Program mereka menyerukan kontrol terhadap bank, hubungan yang benar-benar baru dan berbasiskan solidaritas antara Perancis dan negara lainnya, perencanaan ekologis, dan pembubaran NATO.

Front Kiri juga menyerukan penguatan hak-hak pekerja, hukum baru bagi pekerja untuk menduduki dan ‘meminta’ pabrik yang terancam ditutup, larangan PHK bagi pekerja yang telah membayar divide kepada pemilik saham dan langkah tidak menarik untuk merelokasi pabriknya ke negara ber-upah murah.

Kekhawatiran bahwa Mélenchon, yang bekas guru dan seorang menteri, akan mengambil sebagian suara sosialis tidaklah beralasan. Secara keseluruhan suara tinggi tidaklah lebih tinggi dan Hollande sangat percaya diri mengalahkan Sarkozy dalam pemilu putaran kedua, ketika pendukung Mélenchon berbaris di jalan menentang capres incumbent.

Sebuah artikel di koran Partai Komunis Perancis, L’Humanite, menyerukan perlunya dialog antara kandidat Front Kiri dengan kandidat sosialis. “Front Kiri dan Partai Sosialis, dua kekuatan terbesar dari kaum kiri, harus mendiskusikan proposal masing-masing dan bekerja untuk sebuah persatuan yang dinamis,” kata Pierre Laurent, Sekjend Partai Komunis yang juga jubir kampanye Mélenchon.

TOM GILL / Peoples World

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut