Pemilu Lokal Portugal: Kanan Merosot, Kiri Bangkit

PCP.jpg

Tanggal 29 September lalu, Portugal menyelenggarakan pemilihan lokal untuk memilih Walikota, Dewan Kota, dan Majelis Kota.

Dewan kota adalah badan eksekutif. Presiden Dewan Kota, yang biasanya adalah kandidat dari peraih suara terbanyak, adalah sekaligus Walikota. Sedangkan Majelis Kota lebih berfungsi sebagai legislatif.

Hasil dari pemilu lokal itu memperlihatkan respon pemilih terhadap ‘kebijakan penghematan’ yang dijalankan oleh pemerintahan sayap kanan di bawah Perdana Menteri Pedro Passos Coelho.

Dalam pemilu itu, partai Sosial Demokratik (PSD), yang juga partainya Pedro Passos Coelho, mengalami penurunan perolehan suara. Perolehan suara PDS turun sebesar 6,1 persen dan hanya meraih 814,730 suara. Sementara sekutunya, Demokratik-Sosial Tengah-Partai Rakyat (CDS-PP) kehilangan 2,1 persen suara dan hanya meraih 379,137 suara.

Tak hanya itu, kedua partai berkuasa itu kehilangan 138 kursi Dewan Kota dan 38 kotamadya. Banyak yang bilang ini adalah kekalahan terburuk bagi PSD. José Sócrates, mantan Perdana Menteri dari Sosialis, menganggap hasil pemilu ini sebagai bencana bagi Passos Coelho.

Perolehan suara terbanyak diraih oleh Partai Sosialis, yakni dengan  1.810.744 suara (turun 1,4% dari pemilu sebelumnya). Perolehan suara sosialis itu berkisar 38% dari total suara.

Hasil paling mengesankan diraih oleh Koalisi Persatuan Demokratik (CDU), yang terdiri dari Partai Komunis Portugal, Hijau, dan beberapa kelompok kiri yang lebih kecil. Mereka berhasil merebut 552.506 suara atau 11,06 persen. Perolehan suara ini meningkat 1,3% dibanding pemilu sebelumnya. Dengan hasil itu, CDU berhasil merebut 216 Dewan Kota (bertambah 39 dibanding pemilu sebelumnya) dan 34 kotamadya (bertambah 6 dibanding pemilu sebelumnya). Selain itu, hasil ini menempatkan CDU sebagai partai terbesar ketiga secara nasional. Di pemilihan Majelis Kota, CDU juga meraih cukup signifikan, yakni 11,98 persen suara.

Kekuatan kiri yang lain, yakni Left Bloc, justru mengalami kekalahan. Mereka dikalahkan dengan marjin 500 suara di Salvaterra de Magos (sebuah kota kecil dimana mereka punya satu walikota). Sedangkan di kota Lisbon, Left Block yang mengusung Koordinator Nasionalnya juga kalah. Secara nasional, Left Bloc hanya mendapat 8 Dewan Kota (berkurang 1 dibanding pemilu sebelumnya) dan 100 anggota Majelis Kota (berkurang 39 dibanding pemilu sebelumnya).

Berbagai komentar dan analisis mengenai hasil pemilu ini menyebutkan bahwa hasil pemilu tersebut mengindikasikan adanya reaksi negatif pemilih terhadap kebijakan penghematan pemerintah yang dipaksakan oleh Troika (Uni Eropa, Bank Sentral Eropa, dan IMF). Pengangguran di Portugal telah meningkat sebesar 17 persen.

Jeronimo de Souza, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Portugal, menilai kekalahan koalisi partai berkuasa tidak terlepas dari kekecewaan rakyat dan kaum pekerja Portugal terhadap kebijakan pemiskinan yang dijalankan pemerintahan berkuasa.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut