Pemerintah Venezuela Rilis Foto Pertama Chavez Sejak Sakit

Chavez

Pemerintah Venezuela merilis foto Presiden Venezuela, Hugo Chavez, yang masih terbaring sakit di tempat perawatannya di Havana, Kuba. Ini merupakan foto resmi pertama yang dipublikasi sejak Chavez menjalani operasi kanker pertama tanggal 13 Desember 2012 lalu.

Foto itu memperlihatkan Chavez tersenyum sembari terbaring di ranjang sebuah rumah sakit. Ia diapit oleh dua orang putrinya, putri Rosa Virginia dan Maria Gabriela, sambil membaca koran resmi pemerintah Kuba, Granma.

Foto itu diambil saat dunia merayakan Hari Valentine—di Venezuela dirayakan sebagai “Hari Kasih Sayang dan Persahabatan”. Publikasi foto ini sekaligus mematahkan berbagai kabar menyesatkan yang ditebarkan oleh media-media sayap kanan, seperti ABC dan  El País.

“Foto-foto ini telah memberi kita ketenangan di tahap pemulihan, yang memang berlangsung rumit,” kata Menteri Inovasi, Teknologi dan Sains Venezuela, Jorge Arreaza, kepada jaringan TV Telesur.

Ia mengeritik media lokal dan internasional yang berusaha menampilkan jurnalisme yang membingunkan rakyat. Ia menyebut kebiasaan media semacam itu sebagai jenis “jurnalisme necrophilia”.

“Setelah dua bulan proses pasca operasi yang rumit, Chavez masih sadar, dengan fungsi intelektual yang normal, dan melakukan komunikasi yang erat dengan tim pemerintahannya, kata Menteri Telekomuniasi Venezuela, Ernesto Villegas, ketika memberi keterangan pers, Jumat (15/2).

Namun, karena masih mengalami gangguan akibat infeksi pernapasan pasca operasi, Chavez masih harus bernafas menggunakan tabung trakea. Sehingga, ia pun masih sulit untuk berbicara.

Pemerintah Venezuela menyampaikan terima kasih atas doa dan cinta yang begitu besar ditunjukkan oleh rakyat Venezuela. Menteri komunikasi Venezuela Ernesto Villegas terus mamanjatkan doa untuk kesembuhan Presiden Hugo Chavez.

Menurut Menteri Inovasi, Teknologi dan Sains Venezuela, Jorge Arreaza, Presiden Chavez masih tetap menjalankan tugas yang melekat di pundaknya, yakni memimpin pemerintahan nasional dan mengambil keputusan terkait hal strategis di Venezuela.

Sampai saat ini dua media terbesar di Spanyol, ABC dan El País, terus menyajikan informasi palsu terkait kondisi Chavez. Beberapa pekan lalu, El País memasang gambar palsu Chavez di halaman depan mereka. Beberapa hari lalu, ABC menurunkan berita, bahwa dokter telah menghubungi keluarga Chavez dan menyatakan bahwa Chavez tidak akan sembuh.

Pemerintah Venezuela segera menginvestigas laporan ABC tersebut. Rupanya, media Spanyol tersebut menyusun informasi dari narasumber yang tidak jelas dan tidak bisa dipertanggung-jawabkan.

Pemerintah Venezuela menuding media-media sayap kanan bergabung dalam sebuah konspirasi imperialis untuk menciptakan ketidakpastian dan memprovokasi kekacauan di Venezuela.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut