Pemerintah Harus Perkuat Industri Galangan Kapal BUMN

Kapal sebagai modal transportasi laut utama adalah pilar traspotasi yang diandalkan oleh masyarakat Indonesia, baik untuk jasa pengangkutan rakyat, pengangkutan barang, maupun sebagai armada pertahanan dan keamanan NKRI.

“Karena, untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, peran galangan kapal BUMN harus diperkuat untuk memproduksi kebutuhan kapal di Indonesia,” ujar Direktur Maritime Research Institute (MARIN Nusantara), Makbul Muhamad, melalui siaran pers, Rabu (6/5/2015).

Masalahnya, ujar Makbul, untuk kebutuhan kapal di dalam negeri, pemerintah masih bergantung pada impor kapal dari luar negeri atau mengaharapkan produksi galangan kapal asing di Indonesia.

“Untuk kebutuhan kapal penumpang massal, seperti yang dipergunakan oleh PT PELNI, ini masih diimpor dari Jerman,” kata Makbul.

Lebih lanjut, Makbul mengungkapkan, hingga saat ini Indonesia hanya punya empat galangan kapal milik pemerintah, yaitu: PT.Pangkalan Angakatan laut (PT. PAL) di surabaya, PT. Dok Koja Bahari (PT.DKB) di Jakarta, PT. Dok Perkapalan Surabaya (PT. DPS), dan PT. Industri kapal Indonesia (PT. IKI) di Makassar.

Karena itu, Makbul mendesak pemerintah untuk memberikan intensif finansial kepada industri galangan kapal dalam negeri. Selain itu, pemerintah juga dituntut memastikan agar seluruh kapal yang beroperasi di Indonesia merupakan hasil produksi galangan kapal BUMN.

“Ini adalah upaya memproteksi pasar dan menjamin pasar produksi kapal di Indonesia,” tegasnya.

Ia juga berharap, pemerintah memperhatikan kualitas produksi galangan kapal BUMN dengan melakukan standarisai kelayakan teknis produksi yang berkualitas, cepat dalam hal waktu produksi, dan dengan biaya produksi yang ekonomis.

Selain itu, kata dia, untuk menopang produksi industri galangan kapal BUMN, maka harus pula di topang oleh industri pendukungnya, misalnya ketersediaan material pembuatan kapal, mesin kapal, dan alat perlengkapan kapal.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut