Pemandirian UMKM Lebih Penting daripada mencari Investor

Jelang siang (05/02), di tengah gerimis yang mengguyur, beberapa warga tetap berdatangan ke Pendopo Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta. Kecamatan Umbulharjo tahun ini mengadakan program Pos Daya, yang merupakan hasil kerjasama dengan Universitas Janabadra (UJB) dan Yayasan Damandiri.

Pelatihan kewirausahaan kali ini tampak didominasi ibu-ibu. Menurut Agus Winarto (37 tahun), Camat Umbulharjo, saat ini memang diprioritaskan kepada ibu-ibu yang belum bekerja tetap.

Melalui program ini diharapkan masyarakat punya inovasi dalam usahanya. Ini dilakukannya dengan membentuk kelompok-kelompok warga di setiap RW. Kedepannya akan dibentuk forum komunikasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Paling tidak tengah tahun nanti sudah terbentuk,” katanya.

Yuni Pratiwi, Kabid Pengabdian UJB, mengatakan pelatihan ini dilakukan di 6 dari 7 kelurahan di Umbulharjo. Kecuali kelurahan Tahunan yang sudah dibina oleh Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Tidak hanya pelatihan kewirausahaan, tetapi juga pelatihan daur ulang barang-barang bekas, budidaya anggrek, pengolahan jajaran pasar, dan lainnya.

Salah satu peserta pelatihan, Ridwan (26), mengatakan yang penting adalah aplikasi konkret dari Rencana Kerja Tindak Lanjut (RTKL). “Kalau hanya pelatihan sudah biasa,” ujar warga kelurahan Tegalboto ini.

Selain itu, tambahnya, pihak pemerintah mestinya mendukung dan mempermudah mengurus administrasi dan birokrasi. Kebijakan yang mempermudah UMKM lebih penting dan mendesak daripada kebijakan yang mempermudah investor asing. “Biasanya, itu yang bikin masyarakat kerepotan. Seperti Jamkesmas, yang bikin rumit itu birokrasi. Jangan sampai masyarakat males atau ogah,” pesannya.

Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2007 tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan UMKM yang ditargetkan selesai pada Juli 2007 sejalan dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2006 tentang Paket Kebijakan Perbaikan Iklim Investasi. Apalagi dalam Inpres 2007 tersebut terdapat program pertanahan dan peninjauan terhadap Perda-perda yang menghambat investasi.

Soal ini, Ridwan berharap, pemerintah seyogyanya tidak mengabaikan pendapat dari kalangan masyarakat dan tokoh masyarakat.[]

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut