Pelaku Serangan Di Norwegia Adalah Ekstremis Sayap Kanan

Pihak Kepolisian Norwegia sudah mengumumkan identitas pelaku pemboman di kota Oslo dan pembantaian keji di Pulau Utoya, Jumat (22/7). Polisi menunjuk seorang pemuda bernama Anders Behring Breivik, 32 tahun, seorang kanan fundamentalis dan berpandangan rasialis.

Menurut laporan Polisi, pemuda itu sudah berkali-kali mengumbar pandangan anti-islam dan anti-imigran di internet. Enam hari sebelum terjadinya serangan, ia mengirim pesan melalui akun twitternya. Di situ ia mengutip perkataan filsuf Inggris, John Stuart Mill: “Satu orang yang punya keyakinan adalah sama kuatnya dengan 100 ribu orang yang punya kepentingan.”

Seorang teman kecil tersangka, yang berbicara kepada tabloid VG Norwegia, mengatakan bahwa tersangka mulai berbicara tentang ide-ide sayap kanan saat masih berusia 20 tahun. Ia sangat menentang kebijakan imigrasi, multi-kulturisme, dan ide-ide kiri.

Breivik juga diketahui sering melakukan diskusi online dengan kelompok fasis diluar Norwegia, seperti Liga Pertahanan Inggris dan Organisasi Anti-Islam Eropa.

Di halaman facebooknya, yang diketahui terakhir online pada hari Jumat, ia menampilkan fotonya: seorang pria berambut pirang berombak, berkulit putih, dan bermata biru. Hal ini sekaligus meruntuhkan dugaan sejumlah pemimpin barat, termasuk Obama, yang seolah menuding teroris Al-qaeda di balik serangan ini.

Sebelum terungkapnya identitas pelaku ini, banyak sekali spekulasi yang beredar seputar serangan ini. Ada yang menduga serangan ini terkait dengan partisipasi Norwegia dalam menggempur Libya. Sebagian lagi berpendapat bahwa serangan ini terkait dengan kelompok Al-Qaeda, karena mengingat bahwa Norwegia juga turut berpartisipasi dalam invasi di Afghanistan.

Peristiwa Jumat Berdarah

Aksi pembantaian dimulai dengan sebuah serangan bom di kota Oslo, Ibukota Norwegia, yang menewaskan tujuh orang.

Usai melaksanakan serangan di kota Oslo, Breivik kemudian menuju Pulau Utoya, yang hanya memerlukan waktu kira-kira satu jam perjalanan. Pada saat itu, di pulau Utoya, sedikitnya 600 orang pemuda, kebanyakan berusia 14-17 tahun, yang sedang menggelar kegiatan perkemahan politik.

Para pemuda itu berasal dari Organisasi Pemuda Buruh (AUF), sayap pemuda dari partai buruh Norwegia. Ketika itu Breivik datang dengan menumpang perahu dan menyamar sebagai seorang polisi. Ia mengaku datang ke Pulau itu untuk memeriksa kemungkinan pelaku pengeboman.

Breivik lalu mengumpulkan pemuda-pemuda itu. Beberapa saat kemudian, Breivik memberondong kumpulan pemuda itu. Dalam keadaan panik dan ketakutan, banyak pemuda yang memilih melompat ke air. Tetapi Breivik terus memberondong mereka yang berada di dalam air atau mereka yang berusaha berenang untuk menjauh dari lokasi.

Laporan sementara menyebutkan, sedikitnya 85 pemuda anggota AUF tewas terbunuh akibat kekejian Breivik di Pulau Utoya. Angka ini masih bisa bertambah, mengingat bahwa banyak korban yang berada di dalam air.

Serangan Terhadap Partai Buruh?

Sejauh ini polisi Norwegia belum bisa mengungkap motif pembantaian yang dilakukan oleh Breivik. Sementara beberapa media-media kanan menganggap tindakan ini sebagai “tindakan pribadi” dan tidak terkait dengan organisasi manapun.

Sebuah spekulasi menyebutkan bahwa serangan ke Pulau Utoya, tempat pemuda buruh sedang menggelar kegiatan, adalah sebuah serangan politik. Dugaan menyebutkan bahwa pemilihan pulau itu sebagai target karena adanya kegiatan politik sayap pemuda partai buruh di sana.

Seorang partisipan mengatakan, kemungkinan pemilihan pulau Utoya sebagai target karena perkemahan pemuda menfokuskan kepada multikulturisme. Breivik sendiri adalah penentang multikulturisme dan anti-imigran.

Sulit untuk tidak menyebut aksi breivik ini tidak bermuatan politik. Setidaknya karena ia menyerang kantor pemerintah (yang sekarang dipimpin oleh partai buruh) dan menyerang kamp pemuda partai buruh di Pulau Utoya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut