Pedagang Pelabuhan Makassar Tolak Penggusuran

Rakyat kembali dipaksa tercerabut dari sumber penghidupannya. Ya, itulah kebijakan penggusuran. Ini terjadi di pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar, Sulawesi Selatan. Ironisnya, penggusuran semacam ini tak pernah disertai solusi.

Kebijakan ini dipicu oleh keputusan PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV cabang Makassar. Kabarnya, PT. Pelindo  berencana membangun gudang untuk terminal Cargo. Hanya saja, lokasi pembangunan gudang baru itu menindis langsung daerah tempat puluhan orang menggantungkan hidupnya dengan berdagang.

Alhasil, pedagang kaki lima (PK5) disuruh pindah. Apalagi, sejak 31 Agustus 2012 lalu pihak Pelindo sudah melakukan pemagaran. Larangan berdagang di area itupun dikeluarkan. Sedangkan PK5, yang menggantungkan seluruh hidupnya di situ, tidak tahu harus pindah kemana lagi.

Ya, pedagang pun memilih melawan. Mereka berulang-kali menggelar aksi protes. Hari ini, 19 September 2012, pedagang kembali menggelar aksi protes. Sebanyak 50-an orang mereka melakukan aksinya di kantor DPRD Kota Makasar.

Mereka mendesak DPRD agar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan para pedagang dan pihak Pelindo.  Tiga anggota DPRD kota Makassar, yaitu Mustakdir Sabri (Sekretaris Komisi A fraksi PDK), Busranuddin BT, SH. (Wakil Ketua Komisi A fraksi PPP), dan Asriadi Samad (anggota Komisi A fraksi PKS), menerima para pedagang.

Janji manis pun dihembuskan. Pihak DPRD melalui mulut Mustakdir Sabri menjanjikan RDP akan digelar hari Jumat lusa. Di situ, kata politisi PDK ini, pihak Pelindo, PK5, dan aktivis SRMI akan dipertemukan.

Meski begitu, pedagang belum puas. Ketua SRMI Makassar, Daeng Baji, menuntut agar Pelindo tak melakukan penggusuran sebelum RDP. Katanya, RDP itulah yang akan mendiskusikan solusi bersama. Artinya, sebelum ada solusi bersama yang disepakati kedua belah pihak, penggusuran tidak dibolehkan.

Pihak DPRD tidak menyanggupi tuntutan itu. Akhirnya, karena tidak ada jaminan kepastian, massa aksi pedagang pun memilih bertahan di kantor DPRD. “Kami akan melakukan aksi pendudukan sampai tuntutan kami direspon,” kata Daeng Baji.

Aksi massa pedagang ini mendapat dukungan dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Partai Rakyat Demokratik (PRD).

Qadlie F Sulaiman

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut