Pedagang Pasar Menolak Relokasi

BEKASI: Ratusan orang pedagang pasar Family harapan Indah, di Bekasi, melakukan aksi menolak rencana relokasi terhadap ratusan pedagang di pasar yang sudah menempati lokasi tersebut sejak tahun 1994.

Para pedagang membawa beberapan jualan mereka, seperti buah-buahan dan sayur-suran, yang sudah hampir membusuk, sebagai bukti bahwa mereka terus merugi pasca perusahaan pengembang menutup pasar tersebut.

Salah seorang koordinator pedagang, Thomas Pardede menuntut agar pihak DPRD Bekasi bisa memfasilitasi dan mengusahakan penyelesaian terkait kasus para pedagang dengan pengembang ini.

“Para pedagang sudah terlalu lama menunggu kepastian hukum,” ujarnya saat menyampaikan orasi.

Selain itu, para pedagang meminta agar pihak pengembang segera membongkar pagar pembatas yang mengelingi pasar, karena sangat mengganggu aktivitas para pedagang dan pembeli.

Sebagai solusi atas persoalan ini, para pedagang meminta agar pihak Pemerintah Kota mengambil alih pengelolaan pasar, dan lebih memperhatikan kondisi pasar tradisional dan kaum pedagang miskin. Namun ada kendala karena pihak pengembang telah memperpanjang masa penggunaan lahan hingga 2014.

Rugikan Pedagang

Pasar Famili berlokasi di Perumahan Harapan Indah Kota Bekasi, dan mulai beroperasi sejak tahun 1994. Sejak itu, karena keberadaannya yang dekat dengan perumahan, pasar ini telah menjadi tempat pavorit warga untuk berbelanja.

“Sejak tahun 1994 para pedagang Pasar Famili sudah melayani belasan ribu warga Perumahan Harapan Indah dengan baik,” ujar Thomas Pardede.

Disamping itu, pasar family juga menjadi tempat wisata kuliner bagi warga dari luar kawasan Harapan Indah.

Namun, tiba-tiba pada tahun 2010, para pedagang pasar mendapat surat dari pihak pengembang, yaitu PT. Hasana Damai Putra, yang berencana membongkar pasar tersebut. Dan, secara sepihak, akan memindahkan pedagang ke pasar modern yang letaknya 5 kilometer dari lokasi ini.

Para pedagang menolak relokasi tersebut. Pedagang menganggap bahwa keberadaan fasilitas pasar Family sekarang masih bagus dan memadai. Lagi pula, kalau seandainya para pedagang ini bersedia dipindahkan sementara, pihak pengembang tidak menjamin bahwa para pedagang bisa kembali ke tempat semula setelah renovasi selesai.

Ada dugaan pemindahan para pedagang tersebut dimaksudkan untuk meramaikan Pasar Modern yang sudah selesai dibangun oleh PT Hasan Damai Putra dan sekaligus menutup Pasar Famili. (Warni)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • hardi

    Semua memang telah terjadi begitu saja, tanpa ada yang tau bagaimana itu bisa terjadi.

    Bagus banget nih beritanya,semoga para jurnalis dapat menjadi jembatan bagi masyarakat umum kepada para pemimpinnya..