Pedagang Pasar Labuha Tolak Penggusuran

halsel

Pemindahan pasar Labuha di Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, menuai penolakan keras dari para pedagang. Mereka menggelar aksi massa untuk meluapkan protes mereka.

Hari senin (10/8/2015), ratusan pedagang pasar Labuha menggelar aksi protesnya di kantor Bupati Halsel. Massa aksi yang sebagian besar ibu-ibu ini menolak dipindahkan ke lokasi baru di desa Tembal karena tidak layak.

“Para pedagang sudah berjualan kurang lebih 10 tahun di pasar Labuha, tiba-tiba saja mereka mau dipindahkan. Sementara di lokasi baru itu kondisinya tidak layak,” ujar Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Halsel, Hatim Hasibuan, saat menyampaikan orasi di tengah-tengah aksi.

Hatim menuding Bupati Halsel sekarang ini, Muhammad Kasuba, tidak memperdulikan nasib pedagang. Dia menggarisbawahi bahwa penggusuran pedagang pasar bukanlah kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.

“Pemindahan pedagang ke lokasi berpotensi mematikan penghidupan para pedagang. Kondisi pasar di lokasi baru sangat tidak layak. Tidak ada fasilitas MCK, listrik, dan persediaan air yang memadai. Kalau hujan berlumpur, sehingga pembeli malas ke dalam,” tegasnya.

Aksi massa yang bernaung di bawah Front Masyarakat Menggugat ini sempat bersitegang dengan aparat kepolisian dan Satpol PP yang menjaga pintu kantor Bupati. Salah seorang massa aksi sempat ditangkap oleh aparat kepolisian.

Tak lama kemudian, massa aksi melakukan dengar pendapat dengan Staf Bupati dan Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi (Peringdagkop) Halsel di Aula Lt.2 Kantor Bupati. Tetapi pertemuan ini tidak membuahkan hasil.

Sebelum menggelar aksi di kantor Bupati, massa Front Masyarakat Menggugat ini sempat menggelari aksi massa di kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Halsel dan Dinas Peringdagkop Halsel.

Saiful Laode

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut