Pedagang Pasar Baru Menolak Relokasi

Sedikitnya 700-an orang pedagang pasar baru Kendari, yang mendapat dukungan dari aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), menggelar aksi massa menentang rencana relokasi.

Pedagang memulai aksinya di pelataran pasar dan bergerak menuju kantor DPRD kota Kendari. Mereka menuding rencana relokasi sebagai usaha penggusuran paksa terhadap para pedagang.

Alif, seorang aktivis PRD Kendari, menegaskan bahwa pihak DPRD harus turun tangan untuk menangai persoalan, terutama melindungi para pedagang dari rencana relokasi.

Perwakilan pedagang diterima berdialog dengan pimpinan DPRD Kendari, yang merekomendasikan keberlangsungan aktivitas pedagang pasar baru Kendari hingga lima tahun ke depan.

Pihak DPRD juga menjanjikan untuk menggelar rapat bersama pada tanggal 2 Desember mendatang, yang mempertemukan pihak pedagang dengan Walikota Kendari.

Rencana relokasi

Sebelumnya, pada tanggal 18 November 2010, pasar baru Kendari ini mengalami kebakaran, yang berakibat hampir seluruh bangunan pasar menjadi puing-puing.

Dengan menggunakan dalih kebakaran itu, pihak Walikota berencana merelokasi para pedagang ke tempat yang baru. Namun, pihak pedagang menuding rencana relokasi ini dimaksudkan untuk menggusur pedagang dari tempat semula.

Selain itu, para pedagang juga memandang bahwa relokasi ini akan menghilangkan potensi pasar mereka, sebab keberadaan tempat baru tidak menjanjikan pasar yang baik.

Akhirnya, para pedagang menyimpulkan bahwa upaya relokasi hanya merupakan usaha untuk memiskinkan para pedagang.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut