Pedagang Ikan Ende Bentuk Organisasi Perjuangan

Di tengah keriuhan pasar ikan mbongawani, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, senin (16/7/2012), seratusan pedagang mendeklarasikan sebuah organisasi  baru. Namanya Aliansi Pedagang Ikan (API).

Dengan organisasi baru ini, para pedagang ikan berharap bisa memperjuangkan kepentingannya secara kolektif. “Kami, pedagang ikan, sudah terlalu lama dibodohi oleh pemerintah. Organisasi ini adalah alat perjuangan kami,” kata M Tagor, pedagang ikan yang baru saja ditunjuk teman-temannya sebagai ketua.

Pendirian organisasi ini disokong sejumlah organisasi. Diantaranya: Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). Kedua organisasi ini pula yang mendorong pedagang ikan untuk berorganisasi.

Sebelumnya, para pedagang menuntut pembangunan tempat berdagang yang layak. Yang terjadi, pemerintah hanya membangun hanya membangun lapak kecil. Akibatnya, banyak pedagang yang tak tertampung.

Tidak hanya itu, pedagang juga sering mendapat intimidasi. Mereka dipaksa untuk meninggalkan tempat berdagangnya. Tetapi pedagang tetap memilih bertahan.

Malahan, pada tanggal 9 dan 10 Juli 2012 lalu, pedagang memilih melakukan perlawanan. Mereka menggelar aksi massa di kantor Bupati dan kantor DPRD Ende. Alhasil, perjuangan ini membawa hasil: pemerintah menjanjikan pembangunan lapak ikan yang baru.

Dalam acara deklarasi yang berlangsung sederhana kemarin, pedagang juga disuguhi dengan pemutaran film dokumenter berjudul “Ayo Berpolitik”. Juga diselingi dengan pidato politik oleh aktivis PRD Ende.

Laporan: Yulius Fanus Mari 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut