PDI Perjuangan Gelar Seminar Pledoi Bung Karno “Indonesia Menggugat”

JAKARTA: PDI Perjuangan DKI Jakarta menggelar seminar untuk membedah buku pledoi Bung Karno “Indonesia Menggugat”, di Gedung Juang Jakarta, Rabu (30/6). Acara ini, menurut penjelasan panitia, berlangsung di lima kota di Indonesia, yakni Medan, Pontianak, Manado, Jatim, dan DKI Jakarta.

Menurut sejarahwan Asvi Warman Adam, pledoi “Indonesia menggugat” tidak hanya mewakili gugatan Bung karno dan partainya, PNI, namun juga mewakili gugatan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme.

Karya “Indonesia menggugat”, kata Asvi, sangat dekat dengan fikiran-fikiran monumental Bung Karno lainnya, seperti “mencapai Indonesia Merdeka” dan “lahirnya Pancasila”, sehingga pantasi disebut sebagai trilogi pemikiran Bung Karno.

Lebih lanjut, Asvi menjelaskan, gugatan Bung Karno mengenai imperialisme kala itu masih sangat relevan untuk menggugat imperialisme baru saat ini. “ketika Soekarno turun, Ia meninggalkan utang yang tak seberapa. Namun jumlah ini ditambah 60 kali lipat di jaman Soeharto. Sekarang ini, jumlahnya semakin bertambah, sehingga berpotensi membangkrutkan negara,” ujarnya.

Situasi demokrasi sekarang ini, dalam penjelasan Asvi, masih punya relevansi dengan kritik Bung Karno terhadap demokrasi borjuis di masa itu. “demokrasi politik yang hanya bau-baunya saja,” ujarnya.

Terkait pentingnya ajaran Bung Karno, Asvi menganjurkan, pemikiran Bung Karno perlu diajarkan di seluruh perguruan tinggi di Indonesia, bisa ditambah dengan pemikiran Bung Hatta juga.

Dia mencontohkan pengajaran di Philipina, dimana seluruh perguruan tinggi menjadikan pemikiran Jose Rizal sebagai mata pelajaran wajib untuk satu semester.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut