Partai Sosialis Menang Mutlak di Pemilu Lokal Venezuela

Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV), partai kiri besutan mendiang Hugo Chavez, menang mutlak dalam Pemilu Dewan Lokal Venezuela yang dihelat Minggu (9/12/2018).

Berdasarkan pengumuman Dewan Pemilu Venezuela (CNE), dari lebih 90 persen suara yang terkumpul, PSUV berhasil merebut 591 dari 623 Dewan Kota di seluruh Venezuela. Artinya, Partai berhaluan sosialis ini berhasil meraih suara hampir 95 persen.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro langsung menyampaikan ucapan selamat kepada anggota Dewan Kota yang terpilih. “Saya mengucapkan selamat kepada anggota Dewan Kota yang terpilih dalam pemilihan mengagumkan 9 Desember,” katanya.

Secara keseluruhan, ada 4900 orang anggota Dewan yang terpilih di 335 Kabupaten dan Kotamadya Venezuela. Lebih dari partai politik turut ambil bagian dalam pemilu lokal ini, yang terdiri dari 26 partai nasional dan 25 partai lokal.

Tingkat partisipasi pemilih di Pemilu lokal ini sangat rendah, hanya 27,4 persen. Namun, angka ini masih lebih baik dibanding dengan tingkat partisipasi pemilu serupa di tahun 2000 yang hanya 23,8 persen.

Partai oposisi sendiri terbelah dalam merespon Pemilu ini. Partai oposisi terbesar, seperti Keutamaan Keadilan (Primero Justicia), Kehendak Rakyat (Voluntad Popular), Aksi Demokrasi (Acción Democrática) dan Era Baru (Un Nuevo Tiempo), menganggap pemilu ini penuh kecurangan dan menghambat partisipasi.

Sementara beberapa partai oposisi yang lebih kecil, Kemajuan Progressif (Avanzada Progresista), Gerakan untuk Sosialisme (MAS) dan Partai Kristen Sosial (COPEI), berjuang untuk mengisi kekosongan akibat absennya partai oposisi yang lain.

Pemilu Dewan Kota tanggal 9 Dsember lalu merupakan pemilu ke-25 sejak kaum sosialis berkuasa di Venezuela tahun 1998. Sebanyak 23 pemilihan diantaranya dimenangkan oleh koalisi kiri.

Pemilu ini melibatkan pemantau asing dari sejumlah negara, terutama dari negara-negara Amerika latin. “Ini pemilu paling teraudit di Amerika latin,” kata Augusto Aguilar, mantan Presiden Mahkamah Agung Honduras yang menjadi salah satu pemantau di pemilu ini.

Hasil pemilu ini penting bagi Presiden Nicolas Maduro yang tengah membutuhkan dukungan bagi kelanjutan Revolusi Bolivarian yang tengah tercekik oleh krisis ekonomi dan intervensi negara-negara imperialis.

Meski belum terbebas dari berbagai tekanan, mulai dari sabotase, embargo ekonomi, hingga upaya kudeta, Maduro telah membuat beberapa terobosan baru-baru ini. Di dalam negeri, daya mobilisasi jalanan oposisi makin melemah.

Sementara untuk mempertahankan dukungan dunia luar, Maduro baru saja mengunjungi Rusia dan Tiongkok. Dia juga mulai menjalin hubungan dengan Turki. Rusia dan Tiongkok masing-masing menawarkan bantuan sebesar 6 miliar dan 5 miliar USD untuk memulihkan produksi minyak Venezuela.

Raymond Samuel

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid