Partai Sosialis Menang di Pemilu Regional Venezuela

Partai berkuasa di Venezuela, Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV), memenangi pemilu regional yang berlangsung hari Minggu (15/10/2017).

Partai yang didirikan oleh mendiang Hugo Chavez itu memenangkan 17 dari 23 negara bagian di Venezuela. Sedangkan partai koalisi oposisi, MUD, hanya menang di 5 negara bagian. Satu negara bagian, yaitu Bolivar, belum diumumkan hasilnya.

Sosialis menang di Amazonas, Apure, Aragua, Barinas, Carabobo, Cojedes, Falcon, Guarico, Lara, Miranda, Monagas, Sucre, Trujillo, Yaracuy, Delta Amacuro, dan Vargas.

Sedangkan oposisi merebut kota-kota penting, seperti Anzoátegui, Merida, Tachira, Nueva Esparta, dan Zulia.

Peta politik Negara Bagian Venezuela yang diperintah oleh Sosialis/PSUV (Merah) dan Oposisi/MUD (Biru).

Jika dihitung total suara, PSUV meraih 54 persen suara dari sekitar lebih dari 10 juta pemilih.

Jumlah rakyat Venezuela yang punya hak suara 18.094.65. Tingkat partipasi pemilih yang tinggi dalam pemilu regional di luar dugaan, yakni 61.14 persen atau lebih dari 10 juta orang.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyambut gembira hasil pemilu dan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi. Dia juga mengapresiasi jalannya pemilu regional yang berlangsung aman dan damai.

“Di sini tidak ada kejadian apapun. Proses pemilihan berjalan damai dan demokratis,” katanya, seperti dikutip teleSUR, Senin (16/10/2017).

Maduro juga menyatakan siap mengulurkan tangan dan bekerjasama dengan Gubernur dari pihak oposisi yang memenangi 5 Negara bagian.

Sementara itu, pihak oposisi menyatakan menolak hasil Pemilu karena dianggap curang. Kendati oposisi yang tergabung dalam koalisi MUD memasang kandidatnya di semua negara bagian.

Tidak hanya itu, sebelum Tempat Pemungutan Suara (TPS) dibuka, pimpinan oposisi yang juga ketua Parlemen Venezuela, Julio Borges, menyerukan kepada seluruh pendukung oposisi untuk ke TPS dan memberi hak pilih.

Memang, bagi oposisi, kekalahan pemilu Regional ini merupakan kemunduran besar setelah berhasil memenangi Pemilu Legislatif pada Desember 2015. Saat itu unggul 56 persen suara, dan koalisi pemerintah hanya mendapat 40,9 persen.

Sementara bagi pendukung pemerintah, kemenangan di Pemilu Regional itu adalah bukti bahwa mayoritas rakyat Venezuela masih menyokong Revolusi Bolivarian. Mereka menganggap ini momentum untuk memperkuat Revolusi.

Kemenangan ini sekaligus menampik klaim pengamat maupun media arus utama yang menggambarkan turunnya dukungan terhadap pemerintahan sosialis di Venezuela.

Kemenangan sosialis di Pemilu Regional memang di luar dugaaan banyak pihak. Berbagai survei yang dirilis jelang Pemilu mengunggulkan oposisi.

Dukungan atas hasil Pemilu mengalir dari sekutu-sekutu Venezuela, seperti Kuba dan Bolivia.

“Demokrasi menang atas intervensi dan konspirasi. Rakyat mempertahankan kedaulatan, martabat dan sumber daya alamnya,” tulis Presiden Bolivia, Evo Morales, di akun twitternya.

Dukungan juga datang dari bintang sepakbola dunia kelahiran Argentina, Diego Maradona.

“Hari ini Venezuela memilih perdamaian. Terima kasih untuk Presidenku, Nicolas Maduro, untuk transparansimu,” tulis Maradona.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut