Partai Komunis Kampanye Lewat Dongeng Rakyat

Pemilu parlemen Rusia awal Desember tahun lalu meninggalkan cerita tersendiri. Salah satunya adalah soal metode kampanye Partai Komunis Rusia.

Di Republik Altai, salah satu negara bagian Rusia, Partai Komunis setempat menggunakan dongeng untuk anak-anak sebagai salah satu bentuk kampanye mereka dalam meraih dukungan suara.

Acara pertunjukan rakyat telah diisi oleh pengurus partai komunis setempat. Kisah utama yang diangkat oleh pertunjukan ini adalah cerita-cerita rakyat Slavia. Salah satunya: kisah Baba Yaga, nenek yang suka menculi anak-anak dan memakannya.

Baba berarti “wanita tua” atau “nenek” yang digunakan dalam bahasa Slavia. Sedangkan Yaga berarti pemalas. Dalam cerita rakyat Slavia, Baba Yaga selalu menempati peran sebagai tokoh antagonis.

Uniknya, di tangan kader-kader partai komunis, cerita Baba-yaga ini dicampur-adukkan dengan situasi politik Rusia. Dalam lakon cerita ala kader komunis itu, Baba Yaga digambarkan sebagai anggota Partai Rusia Bersatu—partai berkuasa di Rusia saat ini dan dipimpin oleh Vladimir Putin.

Dalam pertunjukan itu, Baba Yaga diceritakan mencuri suara di daerah Salju Maiden, atau sering disebut Snegurochka. Dalam aksinya itu, Baba Yaga mempergunakan mantra yang disebut Vladimir Churov—nama ketua KPU Rusia.

Di ujung cerita, kejahatan setan ini dihukum oleh Father Frost yang komunis. Father Frost yang komunis juga berhasil mengalahkan Baba yaga.

Menurut pengurus partai komunis setempat, anak-anak yang menjadi penonton dalam pertunjukan itu diundang agar membantu father frost membawa cucu perempuannya, Snegurochka, kembali ke akal sehat.

Dengan pertunjukan dongen rakyat ini, partai Komunis berusaha menggambarkan bahwa pertarungan antara partai komunis dengan partai berkuasa adalah pertarungan antara kebaikan melawan kejahatan.

Dan, pada akhirnya, kebaikanlah yang memenangkan pertarungan. Anak-anak mengaku sangat senang dengan pertunjukan ini.

RT | RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut