Partai Kiri di India Serukan Pemogokan Nasional Melawan Pengurangan Subsidi BBM

NEW DELHI: Partai-partai sayap kiri India akan melakukan pemogokan dari fajar hingga petang yang akan menghentikan aktivitas bisnis dan transportasi di seluruh negeri, sebagai bentuk protes keputusan pemerintah dari partai kongres untuk mengurangi subsidi BBM.

Layanan kereta api akan diberhentikan di negara bagian Bengal Barat, dan penerbangan juga akan dihentikan di bandara Kalkota, baik penerbangan domestik maupun internasional, demikian dilaporkan Morning Star.

Layanan kereta api dan udara juga akan terkena dampak di Mumbai, dimana para sopir taksi menyatakan akan ambil bagian dalam “hartal” atau aksi mogok.

Ada juga aksi protes jalanan di New Delhi, meskipun kegiatan bisnis dan sekolah masih tetap dibuka.

Dampak pemogokan sebagian besar akan dirasakan di Bengal Barat, Kerala, dan Tripura, yang pemerintahannya dipimpin oleh Partai Komunis India-Marxis (CPI-M).

Partai oposisi seperti CPI-M, Partai Komunis India, Partai Sosialis Revolusioner dan chauvinis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) menyerukan pemogokan umum fajar hingga petang, setelah koalisi United Progressive Alliance (UPA) menolak untuk membatalkan keputusannya yang telah diumumkan 10 hari yang lalu, yaitu untuk mengakhiri kontrol negara terhadap harga bensin.

Sejak saat itu, harga-harga telah melonjak sebesar 7%.
Harga diesel—yang sangat vital pompa irigasi petani dan traktor, juga jaringan transportasi publik negara seperti kereta api dan bis, akan naik 5%.

Gas petroleum cair, yang digunakan oleh jutaan kaum miskin India untuk memasak, sekarang naik biayanya sebesar 11% per silinder.

UPA—aliansi partai pemerintah-berpendirian bahwa kenaikan ini sangat diperlukan untuk mengurangi defisit anggaran.
Tapi Kongres—yang memimpin UPA telah mempertahankan kekuasaannya hingga akhir tahun lalu karena berjanji untuk mempertahankan subsidi, dimana jutaan rakyat India sangat bergantung untuk memenuhi kebutuhannya.

Sekarang berpendirian bahwa subsidi harus dikorbankan untuk memastikan bahwa ini akan bertemu dengan target pengurangan defisit anggaran menjadi 5.5% pada tahun 2010/2011.

Pengaruh inflasi akan terus meningkat, adalah isu bahwa oposisi India akan bersatu, memberi tempat pada sentimen rakyat yang terus mendidih karena biaya hidup telah meningkat sangat tajam.
Kepemimpinan CPI-M telah mengeluarkan pernyataan, bahwa pemerintahan yang dipimpin oleh partai kongres telah bertanggung jawab atas meroketnya harga bahan makanan dan komoditas utama.

Ia juga memperingatkan, bahwa deregulasi harga didesain untuk membantu perusahaan minyak swasta dan menempatkan orang miskin di bawah kekuasaan pasar yang dikontrol oleh perusahaan-perusahaan minyak multinasional dan perusahaan domestik.

Sekjend Partai Komunis India D Raja menambahkan; “pemerintah mengklaim telah bekerja untuk rakyat biasa, tapi ini jelas sekali tidak mempedulikan mereka.”

“Kenaikan harga adalah masalah tunggal terbesar yang berdampak pada seluruh aspek kehidupan masyarakat,” katanya.
Sebuah koalisi yang dipimpin oleh BJP pernah mencoba pada tahun 2002 untuk melakukan deregulasi harga bahan bakar dan mengijinkan pasar untuk memutuskan harga.

Tapi harga minyak meroket pada tahun 2004 dan 2005, sebuah koalisi yang dipimpin partai Kongres mengambil-alih kekuasaan dan mendorong campur tangan negara untuk mengontrol harga agar turun.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut