Paraguay Persiapkan Referendum Konstitusi

Untuk menjamin hak pilih seluruh warganya di luar negeri, pemerintah Paraguay akan menggelar referendum konstitusi dalam beberapa hari mendatang.

Referendum itu akan menawarkan perubahan pasal 120 konstitusi nasional. Dengan perubahan itu, seluruh warga Paraguay yang berada di luar negeri bisa punya hak pilih dan berpartisipasi untuk menentukan masa depan negerinya.

Paraguay kehilangan banyak warganya akibat beberapa dekade kediktatoran militer. Selama periode kekuasaan Jenderal Alfredo Stroessner, yang berkuasa dari 1954-1989, sedikitnya 1,5 juta rakyat Paraguay melarikan diri ke luar negeri. Jumlah penduduk Paraguay sendiri tidak melebihi 7 juta orang.

Mobilitas penduduk keluar tidak berhenti pasca berakhirnya kediktatoran. Kali ini, orang-orang Paraguay berlomba-lomba bermigrasi ke luar negeri karena kemiskinan akut yang mencekik negeri itu di bawah periode neoliberal.

Di argentina, sebuah sensus menyebutkan bahwa sedikitnya 500 ribu orang rakyat Paraguay bermukim di sana. Sementara Asosiasi kaum imigran mencatat bahwa 90 ribu orang rakyat Paraguay tinggal di Spanyol dan 30 ribu di Amerika Serikat.

Presiden Fernando Lugo, yang sejak awal mewacanakan referendum ini, mengajak seluruh warga Paraguay untuk menggunakan hak pilihnya dalam referendum konstitusi ini. Ia melakukan pertemuan dengan pihak senat dan asosiasi pekerja migran untuk mendesak mereka berpartisipas dalam proses demokrasi ini.

Menurut presiden berhaluan kiri itu, proses konsolidasi demokrasi membutuhkan dukungan dan partisipasi rakyat secara luas.

Sedikitnya 5.509 TPS sudah didirikan di 240 kabupaten dan 17 Provinsi. Sementara 3 juta orang pemilih sudah terdaftar akan memberikan suaranya. Namun 20% pemilih dilaporkan akan melakukan “abstein”.

Fernando Lugo sangat membutuhkan dukungan suara dari rakyat Paraguay di luar negeri, terutama untuk memenangkan pertempuran melawan kubu partai Colorado. Partai Colorados sendiri masih mengontrol sebagian besar lembaga pemerintah di Paraguay.

Partai sayap kanan itu juga merupakan pendukung setiap mantan diktator Paraguay, Jenderal Alfredo Stroessner. Kekuatan sayap kanan telah memainkan berbagai cara untuk memblokade setiap program kerakyatan pemerintahan Fernando Lugo.

Jika pemilih dari luar negeri diakui haknya, maka hal itu akan semakin memperkuat eksistensi dan basis dukungan pemerintahan kaum miskin yang dipimpin oleh Fernando Lugo. Hal ini dikarenakan sebagian besar orang yang diluar negeri adalah penentang kediktatoran Stoessner dan penentang neoliberal yang menyebabkan mereka terusir ke luar negeri.

Dalam ruang pemungutan suara nanti, para pemilih akan disuruh menjawab “yes” atau “no” atas pertanyaan: “Apakah anda setuju amandemen pasal 120 konstitusi nasional sehingga rakyat Paraguay di luar negeri dapat memilih?”

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut