Pancasila Belum Sepenuhnya Dijalankan

Ende.jpg

Pancasila sebagai dasar filosofis bangsa Indonesia belum sepenuhnya dijalankan. Hal itu nampak pada proses penyelenggaraan negara yang belum berpijak pada Pancasila.

Kesimpulan di atas tersampaikan dalam diskusi bertajuk “Rebut Kembali Cita-Cita Proklamasi 17 Agustus 1945 Di Bawah Panji Trisakti Menuju Indonesia Baru” yang digelar oleh Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Ende, Minggu (1/6/2014).

Diskusi untuk memperingati Hari Lahir Pancasila ini melibatkan sejumlah organisasi rakyat, seperti Partai Rakyat Demokratik (PRD), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan AMAN.

Menurut Ketua LMND kota Ende, Derry Ngamal Kulas, banyak proses pengambilan kebijakan dan pembuatan regulasi di pemerintahan masih didikte oleh kekuatan neoliberal.

“Sistim ekonomi kita juga sangat didikte dari luar, yakni imperialis, sehingga menyebabkan perampasan sumber daya alam milik bangsa Indonesia,” katanya.

Sementara Ardian, aktivis dari GMNI, menilai Pancasila dalam konteks keadilan sosial belum terwujud. Ia merujuk pada penumpukan kekayaan dan kemakmuran di tangan segelintir orang.

Para peserta diskusi sepakat untuk mendorong kembali pendiskusian mengenai ajaran Bung Karno dan Pancasila sebagai jalan pemikiran untuk keluar dari persoalan bangsa saat ini.

Diskusi ini mengambil tiga kesimpulan bersama, yakni perlunya memperkuat persatuan nasional dalam kerangka melawan imperialisme, melaksanakan pasal 33 UUD 1945, dan publikasi massal ajaran dan pemikiran Bung Karno.

Adrianus Rae

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut