Organisasi-organisasi FRAIN Panen Anggota Baru

“Bagi kaum muda di Kupang, sebagaimana di tempat lain di seluruh dunia, hanya terdapat dua pilihan untuk berposisi: memainkan peran protagonis seiring gerak maju sejarah dengan turut ambil bagian dalam perlawanan terhadap imperialisme dan kaki tangannya di Indonesia, atau sebaliknya berperan antagonis dengan menjadi pendukung antek-imperialisme yang menyebabkan nasip bangsa ini semakin terpuruk. Hanya dua pilihan, tidak ada pilihan netral, karena menolak berposisi sama saja membiarkan penindasan terus berlangsung.

Hari ini adalah salah satu bukti kian bertambah banyaknya kaum muda yang sadar dan memilih untuk turut berjuang merebut kembali kedaulatan nasional guna mewujudkan kesejahteraan yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia.” kata Ketua EW LMND NTT Chaster Seno. Seno diminta pendapatnya terkait antusiasme mahasiswa Kota Kupang mendaftarkan diri dan mengikuti pendidikan anggota baru LMND.

Seperti disaksikan Berdikarionline, hingga Jumat (18/2) pukul 23.30, puluhan mahasiswa tampak serius mengikuti kegiatan pendidikan anggota baru yang diselenggarakan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kupang. “Sebenarnya ada 75 orang yang telah mendaftar. Mereka bahkan telah melunasi biaya pendidikan sebasar 25 ribu per orang. Tetapi karena keterbatasan tempat, kami terpaksa hanya menerima 40 orang untuk pendidikan gelombang ini, dan meminta 35 yang lainnya menunggu gelombang berikutnya,” kata Ketua Panitia Hironimus Kedang.

Menurut Kedang, ia sempat mencemaskan jumlah peserta pendidikan kali ini tidak akan mencapai 20 orang. Hal itu karena dalam beberapa bulan terakhir, kaki tangan rejim neoliberal Yudhoyono terus berusaha menekan kaum muda untuk tidak menjadi anggota LMND. Tekanan itu semakin kuat dalam minggu-minggu terkakhir menjelang kedatangan SBY, dan menimpa organisasi-organisasi yang menjadi motor penggerak Front Rakyat Anti-Imperialisme Neoliberal (FRAIN) Mereka adalah aparat pemerintahan dan birokrat kampus. “Di salah satu kampus negeri terbesar di NTT, rektornya sendiri yang berkeliling asrama-asrama mahasiswa dan menyampaikan, mahasiswa boleh bergabung di dalam organisasi apapun asalkan bukan LMND.”

Kedang menilai, selain karena LMND terus menggalang perlawanan terhadap neoliberalisme, tekanan para petinggi universitas terhadap LMND juga disebabkan oleh konsistensi organisasi ini dalam memperjuangkan persoalan-persoalan mahasiswa di dalam kampus. Di Undana, para kader LMND menggalang penolakan terhadap pungutan liar yang dilakukan kampus terhadap mahasiswa yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Di kampus Politani, anggota LMND memimpin demonstrasi mahasiswa menuntut transparansi penyaluran beasiswa dan memenangkan tuntutan tersebut. Di TTU, perjuangan LMND berujung pada digantikannya rektor Unimor yang kebijakannya dinilai merugikan mahasiswa.

“Kecamasan kami ternyata keliru. Semakin banyak pemuda yang ingin bergabung di dalam LMND. Padahal kali ini panitia sangat ketat, yang tidak membayar biaya pendidikan, tidak bisa ikut,” kata Kedang bersemangat.

Pendidikan anggota baru LMND ini akan berlangsung selama tiga hari, sejak hari ini (18/2) hingga hari Minggu (20/2) nanti. Beberapa materi yang masuk dalam kurikulum pendidikan dasar anggota LMND adalah Masyarakat Indonesia Revolusi Indonesia (MIRI); Sejarah Gerakan Mahasiswa; Demokrasi Kerakyatan; Prinsip Sentralisme Demokratik; Membangun Organisasi Massa Rakyat; Asal Usul Penindasan Perempuan; Strategi Taktik LMND; Program Perjuangan LMND; dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga LMND.

Selain LMND, organisasi anggota FRAIN lainnya yang sedang kebanjiran anggota baru adalah Perhimpunan Mahasiswa Katolik Repubik Indonesia (PMKRI) Kupang. Ketika dikunjungi Berdikarionline sekitar pukul 7 malam, kamis (17/2) kemarin, tampak beberapa orang pemuda sedang mendaftarkan diri menjadi anggota organisasi tersebut. “Ada tiga puluhan orang mendaftar hingga penutupan Sabtu (19/2),” kata Enos Tanu, salah seorang pimpinan PMKRI Kupang.

“Gerak maju sejarah tak bisa dihentikan. Ibarat pasukan perang, upaya menghancurkan sebatalion prajurit pejuang rakyat, akan menghasilkan sekompi samurai. Sekompi samurai ini kelak menghasilkan puluhan batalion prajurit,” kata Seno.***

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Morets Naat

    Bravo FRAIN

  • rayen hendarto

    NTT itu pulau yg kaya akan sumber daya alam kenapa bangsannya sangat jauh dari hidup sederhana seandainya saja kantor ke presidennan di pindah di NTT pasti para menterinyang ke banyakan koruptor yg makan uang negara banyak yg tidak setuju seandainya saja bangsa NTT bisa mengecam pendidikan yg layak seperti jakarta pastilah bangsa NTT tdk lah bodoh seperti sekarang ini.