Nicolas Maduro Dilantik Sebagai Presiden Sementara Venezuela

Nicolas Maduro (kiri) dan Diosdaldo Cabello (kanan)

Hanya beberapa jam setelah pemakaman Presiden Hugo Chavez, Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro diangkat sebagai pejabat Presiden Interim (sementara) Venezuela.

Proses pelantikan Maduro berlangsung di Majelis Nasional. Pada saat pelantikannya, Maduro berjanji akan melanjutkan Revolusi Bolivarian dan memastikan pemilu akan berlangsung dalam 30 hari kedepan.

“Aku bersumpah atas nama loyalitas kepada Comandante Hugo Chavez bahwa saya akan taat dan membela konstitusi di tangan rakyat yang berkehendak untuk bebas,” demikian isi sumpah Maduro.

Dalam kata pertamanya sebagai Presiden, Maduro mengatakan, “Maafkan kesedihan dan air mata kami, tapi selempang ini kepunyaan Hugo Chavez, Presiden bertanggung-jawab pada Hugo Chavez.”

Usai pelantikan, Maduro menggambarkan penyakit kanker Chavez sebagai sesuatu yang aneh dan menyinggung kemungkinan penyelidikan di masa mendatang terkait keterlibatan AS.

Ia juga secara resmi akan meminta Dewan Pemilu Nasional (CNE) Venezuela untuk segera menyiapkan Pemilu Presiden.

Sementara posisi Wakil Presiden saat ini diduduki oleh Jorge Arreaza, yang sebelumnya menjabat Menteri Teknologi dan Sains Venezuela.

Terkait pelantikan Maduro itu, pihak oposisi pun kebakaran jenggot. Sebagian besar oposisi tidak menghadiri prosesi pelantikan itu. Tokoh utama oposisi, Henrique Capriles, menggambarkan prosesi pelantikan itu sebagai penipuan.

“Nicolas, tidak seorang pun memilihmu sebagai Presiden. Rakyat tidak memilihmu, anak-anak,” kata Capriles melalui siaran persnya.

Pihak oposisi menuding pemerintah telah menyalahgunakan kekuasaan dan melakukan penipuan konstitusional. Pihak oposisi khawatir, Maduro akan menggunakan posisinya untuk proses pencalonan dirinya sebagai kandidat Presiden sekaligus pelanjut Chavez.

Pihak pengadilan sendiri sudah memutuskan bahwa Maduro memenuhi syarat untuk menjadi kandidat Presiden pada pemilu mendatang. Namun, Capriles menganggap keputusan pengadilan itu sangat bermuatan politis.

Mahkamah Agung Venezuela menguatkan keputusan pemerintah untuk menunjuk Maduro sebagai Presiden Sementara. Sementara dalam konstitusi Venezuela disebutkan, Wakil Presiden bisa menjadi Presiden sementara hingga pemilu dilaksanakan.

Nicolas Maduro dan juga istrinya, Cilia Flores, adalah orang dekat Hugo Chavez. Nicolas Maduro adalah bekas aktivis mahasiswa. Pada tahun 1970-an, ia mengorganisir serikat buruh Subway Metro Caracas. Dia juga pendiri Angkatan Pekerja Bolivarian (FSBT).

Ketika Chavez membentuk Pergerakan Bolivarian Revolusioner (MBR-200), Maduro turut bergabung di dalamnya. Pada tahun 1994, dia menjadi anggota Biro Nasional MBR-200. Dia juga menjadi bagian dari pembentuk kendaraan politik Chavez, Pergerakan Republik Kelima (MVR).

Pada tahun 1999, dia menjadi anggota Majelis Konstituante. Kemudian, dari tahun 2000 hingga 2005, dia menjadi anggota Majelis Nasional. Lalu, pada tahun 2006, Chavez menunjuk Maduro sebagai Menteri Luar Negeri Venezuela. Dan akhirnya, pada Oktober tahun 2012, dia ditunjuk sebagai Wakil Presiden.

Raymond Samuel 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut