Nenek Plaza de Mayo Peringati 2000 Minggu Aksi Kamisan

Members of human rights groups Grandmothers of the Plaza de Mayo and Mothers of the Plaza de Mayo, carrying a banner with images of people missing during the 1976-83 dictatorship, march during a demonstration marking the 34th anniversary of the 1976 military coup in Buenos Aires, Wednesday March 24, 2010. (AP Photo/ Natacha Pisarenko)
Bicara kegigihan berjuang, mungkin ibu-ibu Plaza de Mayo bisa jadi rujukan. Ibu-ibu tangguh Argentina ini sudah menggelar aksi rutin setiap hari kamis sejak tahun 1977.

Hari Kamis, 11 Agustus mendatang, ibu-ibu Plaza de Mayo akan memperingati aksi Kamisan mereka yang sudah 2000 minggu atau 39 tahun.

“Ini adalah sejarah yang terus maju tanpa henti, kaki renta kami yang tak mengenal istirahat, 30.000 anak kami yang membasahi bumi dengan darah kecintaan pada negeri dan menjadi jutaan anak muda dengan kecintaan yang sama mewakili kami semua,” demikian isi seruan aksi ibu-ibu Plaza de Mayo menyambut peringatan tersebut, Rabu (27/7/2016).

Ibu-ibu Plaza de Mayo mengatakan akan terus berjuang untuk keadilan dan mencari 30.000 anak-anak mereka yang dihilangkan atau diculik semasa rezim diktator Jorge Videla antara 1976 hingga 1983.

Ibu-ibu Plaza de Mayo, yang selalu mengenakan sapu tangan putih di atas kepalanya sebagai pertanda kesedihan sekaligus perjuangan tak takut menyerah.

Selain menggelar peringatan 2000 minggu aksi kamisan, ibu-ibu Plaza de Mayo juga mengumumkan rencana menggelar aksi massa pada 16 dan 27 Agustus untuk menentang Presiden Mauricio Macri dan kebijakan neoliberalnya.

Untuk diketahui, ibu-ibu Plaza de Mayo mulai menggelar aksi pada 10 April 1977. Itu tepat pada hari Kamis. Sejak itulah mereka menggelar aksi tiap hari kamis (kamisan).

Raymond Samuel

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut