Nasib Petani Karawang Masih Terkatung-Katung

Sudah hampir satu bulan petani dari Teluk Jambe Barat, Karawang, mengungsi di Jakarta. Mereka menginap di kantor LBH Jakarta, Kontras dan Serikat Tani Nasional (STN).

“Masih ada 187 petani yang mengungsi di Jakarta. 31 diantaranya adalah anak-anak. Mereka takut kembali ke kampung karena diteror dan dintimidasi,” kata Ketua Umum STN Ahmad Rifai dalam keterangan persnya, Minggu (6/11/2016).

Rifai menjelaskan, demi mendapatkan perlindungan dari negara, para petani ini sudah mendatangi sejumlah kantor lembaga negara terkait, seperti Mabes Polri, Istana Negara, Komnas HAM, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, dan Kantor Staf Presiden.

“Sampai hari ini, para petani masih menunggu janji-janji dari lembaga negara tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, ungkap Rifai, PT Pertiwi Lestari terus melanjutkan penggusuran. Perusahaan tersebut mulai membongkar rumah petani dan menutup akses jalan umum.

“Ini kejam sekali, mereka tidak menghiraukan upaya proses penyelesaian melalui dialog. Ironisnya, pemerintah daerah Karawang diam saja,” tegasnya.

Rifai menjelaskan, sikap arogan PT Pertiwi Lestari itu terjadi karena mendapat angin dari pernyataan Menteri Agraria, Sofyan Djalil, yang memaknai status-quo tanah adalah penggusuran petani.

Padahal, kata Rifai, makna status-quo sebagaimana dimaksud SK Menteri Agraria sebelumnya, Ferry Mursyidan Baldan, adalah tidak boleh ada aktivitas perusahaan di atas lahan itu.

“Jelas sekali, Menteri Sofyan Djalil sangat pro perusahaan. Dia mengabaikan nasib petani dan rakyat,” tandasnya.

Ahmad Rifai juga menyesalkan penggunaan aparat negara, khususnya Brimob, dalam mengawal kepentingan perusahaan. Akibatnya, aparat negara tidak lagi berfungsi sebagai pengayom masyarakat.

Karena itu, Rifai meminta Presiden Joko Widodo untuk turun tangan menyelesaikan konflik agraria di Teluk Jambe. Dia juga meminta Presiden membebaskan 11 orang petani Teluk Jambe yang ditahan oleh Polres Karawang.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut