Musik Dan Revolusi: Wawancara Dengan Musisi Kuba Vicente Feliú

Pergolakan politik di Kuba, dari perjuangan kemerdekaan hingga kemenangan revolusi pada 1 Januari 1959, menghasilkan apa yang disebut Nueva Trova—sebuah bentuk musik yang berasal dari inspirasi revolusi yang dipimpin Fidel Castro. Penyanyi Vicente Feliú, pendiri Nueva Trova bersama dengan Silvio Rodriguez dan Pablo Milanes, membahas asal-usul tipe musik ini, pengaruh revolusi Kuba, tanggung jawabnya terhadap rakyat kuba dan perjuangan menghadapi refresi bangsa lain, serta estetika lagu revolusioner Kuba.

Ramona Wadi: dari mana gerakan Nueva Trova berasal?

Vicente Feliú: di pertengahan abad ke-19 di Kuba berkembang gagasan sangat kuat untuk merdeka dari Spanyol. Di tahun 1851, tiga pemuda sekawan menciptakan sebuah lagu berjudul “La Bayamesa”—mengacu pada kota Bayamo, tempat dimana tiga sekawan ini dilahirkan dan dibesarkan. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 10 Oktober 1868, orang-orang ini bangkit melawan kekuasaan Spanyol. Sebuah batalyon yang dipimpin oleh Carlos Manuel de Cespedes mendeklarasikan Republik Kuba dengan senjata dan bergegas ke pegunungan, dimana mereka membebaskan kaum budak dan segera menariknya dalam pemberontakan. Dua orang lainnya adalah Rafael Castillo dan Jose Fornaris. Pada tanggal 12 Januari 1869, rakyat kota—yang tak sanggup mempertahankan Bayamo dan memperkirakan akan jatuh ke tangan musuh—memutuskan untuk membakar kota. Perempuan yang kepadanya lagu itu didedikasikan; Luz Vasquez, istri Castillo, adalah diantara orang pertama yang membakar kota. Nueva Trova Cubana lahir pada saat itu, dan terjalin dengan perjuangan untuk kemerdekaan Kuba.

Hingga 1898, tiga peperangan berturut-turut berjuang untuk memerdekakan Kuba dari penjajahan Spanyol. Semua troubadour Kuba, tanpa pengecualian, terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Kuba; banyak diantara mereka dengan senjata di tangan dan satu atau tiga gitar di punggungnya. Beberapa penyanyi Nueva Trova terjun langsung dalam pertempuran.

Kemerdekaan Kuba dibajak oleh imperialisme AS dan selama lima dekade abad ke-20 musisi Nueva Trova Kuba melanjutnya nyanyian mereka untuk tanah air dan kedaulatan. Revolusi 1959 mengalahkan rejim Batista yang disokong oleh AS dan Kuba memulai keadaan baru yang tersebar di seluruh negeri. Pada pertengahan tahun 1960-an, kaum muda dari penjuru negeri mulai menciptakan lagu berdasarkan pengalaman pribadi mereka yang, tiba-tiba tanpa koordinasi sebelumnya, menjadi memori kolektif. Ketika pada tahun 1972 diputuskan untuk membentuk gerakan Nueva Trova, itu mendapat momentumnya di penjuru negeri karena, untuk pertama kalinya, ini adalah realitas baru dan karena kami adalah fondasi Trova besar dari lagu Kuba.

RW: bagaimana revolusi Kuba mempengaruhi gerakan ini?

VF: Grup  Nueva Trova paling pertama dibentuk oleh pemuda yang melambangkan revolusi.  Kekuatan baru ini memberikan orang tanggung jawab untuk membangun kembali Kuba. Pengaruh revolusi memperkuat akar musik kami. Peserta tidak hanya meniru sederhana sebuah transformasi di tahun-tahun awal. Kami tumbuh seperti rakyat yang lain; revolusi tumbuh diantara kita dan kita. Lagu-lagu kami adalah pengalaman pribadi, yang berkaitan era dengan sebuah generasi.

RW: Apa relevansi gerakan Nueva Trova hari ini?

VF: Di bulan Februari 1968 untuk pertama kalinya Nueva Trova di Casa de las Americas, yang menjadi tuan rumah pertemuan internasional pertama lagu-lagu protes saat itu. Kemudian konser Silvio Rodriguez, Noel Nicola dan Pablo Milanes mengundang saya, Eduardo Ramos dan Martin Rojas untuk tampil bersama. Di tahun 1972 berlangsung pertemuan di kota Manzanillo, diorganisir oleh pemimpin negara dan serikat pemuda komunis. Peserta mendiskusikan estetika, etik, dan kebudayaan Kuba. Ini adalah pertemuan pertama troubadour muda yang diinisasi oleh gerakan Nueva Trova. Tahun 2012 menandai 45 tahun konser peringatan di teater Palace of Fine Arts di Havana yang menghadirkan penyanyi Teresita Fernandez dan sekelompok penyair, termasuk Silvio Rodriguez. Konser ini dijuluki “Teresita dan Kami”. “Kami” termasuk Victor Casaus, Luis Rogelio Nogueras, Guillermo Rodriguez Rivera, Felix Contreras dan Antonio Conte. Bagi banyak orang, Nueva Trova mewujud sebagai soundtrack-nya revolusi dan, mengingat beberapa generasi di belakang kita, itu masih.

RW: Apakah kau akan berkolaborasi dengan penyanyi nueva trova yang lain, seperti Carlos Puebla?

VF: Tidak hanya dengan Carlos Puebla. Saya bekerja sama dengan banyak orang lain: Saquito Nico, The guayabera, Cesar Portillo de la Luz, Jose Antonio Mendez, Angel Diaz, Compay Segundo, Lorenzo Hierrezuelo, Marta Valdez, Teresita Fernandez, Hilda Santana dan Tata Villegas. Pengaruh mereka tetap bersama kami.

RW: Bagaimana lagumu berkembang melalui sejumlah kejadian bersejarah di Kuba, seperi periode kemenangan, kematian Che Guevara, dan periode sulit?

VF: Aku menulis lagu untuk pahlawan dan pahlawati, kampanye solidaritas internasional, kota dan negeri, cinta dan ketidakpedulian, masa lalu, sekarang, dan masa depan, hidup dan mati. Di tahun 1997 aku mendedikasikan sebuah album untuk Che Guevara diberi judul “Guevarianas”.

RW: Apa kau mempertimbangkan bahwa Nueva Trova Cubana mampu melampaui batas-batas politik?

VF: kami belajar sejak awal bahwa Nueva Trova adalah fenomena kebudayaan yang menyusup dalam segala aspek kehidupan, baik politik, sosial, filosofis, militer, pendek kata; segala sesuatu yang mendefenisikan atau menggabungkan dirinya sebagai kebudayaan negeri.  Trova Nueva-an tetap berlaku karena bersifat siklis, meskipun muncul dalam situasi politik tertentu.

RW: Apa peran dan tanggung-jawabmu sebagai penyanyi Trova Nueva dan bagaimana kaum menyampaikan soal revolusi kepada generasi baru Kuba?

VF: Siapapun yang mengkomunikasikan ide-ide harus bertanggung-jawab untuk memperdekatan yang jujur dan tidak kenal takut. Tidak terkecuali kepada troubadour, mereka adalah diantara fitur yang paling penting dan sangat mendasar. Dalam menyampaikan pengalaman, harapan, keinginan yang tertunda, mimpi dan bahkan frustrasi, saya menyampaikan pengetahuan, pengalaman dan tantangan hidup sendiri untuk melihat melihat seberapa jauh upaya masing-masing akan mencapainya. Ini adalah proses alami di dalam setiap lagu.

RW: Apa keterlibatanmu dalam ruang sosial-politik?

VF: Saya adalah anggota sejumlah organisasi di Kuba dan internasional: Komite Pertahanan Revolusi, Persatuan Penulis dan Artis Kuba, Asosiasi Penulis Lagu Kuba, Asosiasi Pejuang Revolusi Kuba, Partai Komunis Kuba, Masyarakat Umum Penulis dan Penerbit Kuba. Saya juga koordinator Proyek Kebudayaan untuk Lagu-Lagu Amerika Latin.

RW: Bagaimana gerakan Nueva Trova berkembang sejak revolusi? Apakah ada perbedaan dalam metafora dalam lagu tersebut?

VF: Tahap musik Kuba yang dikenal sebagai Nueva Trova ini adalah identik dengan kemenangan revolusi 1959. Perlu diketahui bahwa tidak ada gerakan estetika yang homogen. Gambaran umum Nueva Trova ini adalah mengejar keindahan, baik teks maupun musiknya. “Setiap kaum memiliki jurang, pedangnya dan matahari,”– mengutip sebuah lagu oleh Silvio Rodriguez, dan aku bisa memikirkan hal-hal yang mengekspresikan sentimen ini secara lebih fasih.

RW: Apakah akan ada kolaborasi antara gerakan Nueva Trova Cubana dengan Nueva Cancion Chilena?

VF: Saya harus mengatakan bahwa Gerakan untuk Nueva Trova muncul setelah gerakan serupa di negeri lain: di AS tahun 1940-an, Katalonia tahun 1961, di Argentina akhir 1950-an, Chili dan Uruguay masing-masing diakhir 1960-an dan 1970-an. Di hari-hari kejayaan Unidad Popular (Persatuan Kerakyatan) Allende di Chile, grup musik Kuba Manguaré dibentuk, dengan dukungan Quilapayún, Inti Illimani, Victor Jara dan saudara-saudara lainnya dari Nueva Cancion Chilena. Di negara kami, kami mencatat beberapa eksponen Nueva Canción Chilena sebelum kudeta militer September 1973 (kudeta Pinochet terhadap Salvador Allende di Chile). Antara 1973 hingga 1974 musisi Nueva Trova membuat beberapa lagu; satu atau dua album kami mendukung perjuangan rakyat Chile.

Blog Vicente Feliú dapat diakses di www.vicentefeliu.wordpress.com

Ramona Wadi adalah penulis lepas yang tinggal di Malta. Artikel ini pernah muncul dalam versi Inggris di Upside Down World.  Diterjemahkan oleh Kusno.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut