Mobilisasi Kaum Tani Gagalkan Operasionalisasi PT.RAPP

Berkat mobilisasi yang dilakukan oleh ribuan petani dari berbagai desa, rencana PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) untuk memulai operasinya di Desa Tanjung Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali menemui kegagalan.

Dengan menggunakan Pompong, sejenis kapal kayu untuk transportasi antar pulau, para petani yang berjumlah 1500 orang bergerak pada tengah malam, yaitu pukul 21.00 WIB, 02.00Wib, dan 05.00 WIB (19/01/11).

Sesampainya di lokasi, dusun Hiu, sekitar pukul 10.00 WIB pagi, ribuan massa kaum tani ini langsung mendatangi kamp-kamp yang sedianya menjadi tempat pasukan Brimob dan pekerja PT.RAPP. Namun, berdasarkan informasi warga, pihak humas PT.RAPP sudah meninggalkan lokasi.

Meskipun begitu, kaum tani tetap bertahan di lokasi dan menggelar orasi-orasi secara bergantian. Tidak lama kemudian, aparat Kepolisian dari Polsek Merbau dan intelkam dari Polres Bengkali mendatangi lokasi, tempat dimana massa sedang berkumpul dan menggelar orasi-orasi.

Aktivis Serikat Tani Riau, organisasi yang menaungi perjuangan para petani ini, mendesak kepada pihak Kepolisian untuk segera membongkar tenda-tenda dan kamp milik PT. RAPP. Tetapi pihak kepolisian tidak menyanggupi permintaan itu, dengan alasan bahwa tidak ada aparat desa dan pihak PT. RAPP yang berada di lokasi.

Setelah melalui negosiasi panjang antara pihak STR dan Kepolisian, maka disepakati untuk menggelar pertemuan dalam waktu seminggu kedepan, dengan menghadirkan semua pihak yang terkait.

Pihak Kepolisian juga menjamin bahwa pihaknya akan memastikan pihak PT.RAPP tidak akan menjalankan aktivitasnya dalam waktu dekat ini.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut