Mobil Logistik Petani Jambi Dilempari Molotov

Mobil pengangkut logistik petani Jambi, yang turut menyertai aksi jalan kaki petani dari Jambi menuju Jakarta, tiba-tiba terbakar hebat. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB.

Menurut Wondo, salah seorang petani Jambi, pada saat kejadian berlangsung, hampir semua petani sedang terlelap tidur. “Ya, kami sangat kecapekan setelah berhari-hari berjalan kaki. Tiba-tiba ada teman berteriak ada kebakaran,” katanya.

Semua petani pun sontak terbangun. Bahkan, seperti penuturan Wondo, sebagian petani sempat panik begitu melihat api berkobar-kobar di bagian punggung mobil.

“Kami berusaha memadamkan. Tetapi ternyata ruangan tempat kami menginap, yakni lapangan tenis indoor Menggala, terkuci. Jadinya kami hanya bisa melongo melihat mobil logistik kami terbakar,” kata Wondo.

Menurut Latief, seorang petani yang melihat kejadian, begitu api berkobar di punggung mobil, ada orang yang berlari keluar dan kemudian menaiki sepeda motor.

“Dia larinya cepat sekali. Langsung naik di atas motornya dan melaju pergi. Kelihatannya dia menggunakan motor besar jenis Tiger atau Megapro,” ungkap Latief.

Pemadam kebakaran baru datang setengah jam kemudian. Mereka kemudian berjibaku memadamkan api. Petani sendiri tidak bisa mendekati mobil karena takut terjadi ledakan.

Setelah api berhasil dipadamkan, sejumlah petani melihat adanya botol yang punya sumbu. “Sangat besar kemungkinan mobil kami sengaja dilempar bom molotov. Ada botol bekas molotov yang ditemukan,” kata Koordinator aksi petani Jambi, Andi Syaputra.

Andi Syaputra menuturkan, polisi yang datang pasca kejadian juga melihat adanya botol yang punya sumbu itu. Barang bukti berupa botol yang diduga bom molotov itu sudah dibawa oleh petugas dari Polres Tulang Bawang.

Andi menduga pelakunya adalah pihak-pihak yang sengaja menghalangi aksi jalan kaki petani Jambi menuju Jakarta. “Kelihatannya pihak-pihak yang tidak menghendaki aksi kami mencapai Jakarta sudah beraksi. Pasti ada aktor di belakang semua ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tadi malam petani Jambi menginap di lapangan tenis indoor Menggala, Tulang Bawang. Sedangkan mobil pengangkut logistik diparkir di luar gedung tenis Indoor.

Anehnya, pintu lapangan tenis indoor Menggala dikunci tadi malam. Akibatnya, petani tidak bisa keluar-masuk untuk melihat atau mengawasi mobil pengangkut logistik mereka.

Semua logistik petani, yang merupakan sumbangan rakyat di sepanjang perjalanan, ludes terbakar. Sejumlah perlengkapan dan tas petani peserta aksi jalan kaki juga ikut terbakar.

Merespon kejadian ini, Partai Rakyat Demokratik (PRD) Lampung akan menggelar konferensi pers siang ini. Deputi politik KPW PRD Lampung, Rakhmad Husein, menduga ada kekuatan besar yang mengendalikan aksi pembakaran mobil petani ini.

“Mereka mulai ketakutan dengan membesarnya dukungan rakyat dan masyarakat adat untuk petani Jambi. Makanya mereka menggunakan cara-cara tak beradab,” ujar Rakhmad Husein.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut