Mimbar Bebas Di Jalan Diponegoro Sempat Ricuh

JAKARTA: Aksi mimbar bebas dari Gerakan untuk Kemerdekaan Nasional di Jalan Diponegoro, tepat di depan bekas kantor PDI Perjuangan, berakhir ricuh saat polisi berusaha menghentikan massa untuk membakar ban di pinggir jalan.

Karena jumlahnya kalah banyak, demonstran pun terdesak dan terhalau masuk ke halaman bekas kantor PDIP. Kericuhan ini juga menyebabkan seorang ibu-ibu, Sumiyati, aktivis dari Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), terkena pukulan anggota polisi.

Tak lama kemudian, setelah negoasiasi antara demonstran dan polisi, aksi mimbar bebas ini kembali dilakukan. Massa pun kembali membakar sebuah ban bekas dan membagi-bagikan undangan aksi pada tanggal 20 oktober 2010.

Awalnya, aksi ini dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, dengan membakar ban bekas dan mimbar bebas di pinggir jalan. Gerakan ini menilai, kepemimpinan nasional di tangan SBY-Budiono sudah gagal total dalam memimpin negeri ini.

Untuk itu, mereka menyerukan partisipasi rakyat secara luas, pada tanggal 20 oktober mendatang, untuk bergabung dalam aksi serentak mendesak pemerintahan SBY-Budiono melepaskan mandat. Di penutupan aksinya, aktivis Gerakan Nasioanal membakar poster bergambarkan SBY dan bertuliskan “Otak Kasus Century, Harus Mundur”.

Gerakan untuk Kemerdekaan Nasional merupakan aliansi lebar berbagai organisasi, diantaranya, BEM se-nasional, PMKRI, Petisi 28, LMND, GMNI, IMM, PPBI, PRD, FNPBI, SP-PLN, Bendera, Gapura, Perempuan Mahardika, ABM, Repdem Jakarta, FPPI, FSKB, STN, KPRM-PRD, DPP KNPI, Gerakan Indonesia Bersih (GIB), SBTPI, GD 77-78, dan lain-lain. (Bin)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut