Michelle Bachelet Calonkan Diri Sebagai Presiden Chile

Mantan Presiden Chile, Michelle Bachelet, ketika baru tiba di Santiago, Chile.

Mantan Presiden Chile periode 2006-2010, Michelle Bachelet, menyatakan keikusertaannya sebagai kandidat Presiden untuk pemilu Presiden Chile pada November mendatang.

“Saya sudah mengambil keputusan untuk menjadi kandidat,” kata Bachelet kepada pendukungnya di El Bosque begitu dirinya tiba kembali di Chile, Rabu (27/3).

Menurut Bachelet, prioritas utama ketika dirinya terpilih sebagai Presiden adalah memerangi ketimpangan pendapatan di Chile saat ini. Ia menyebut negerinya memiliki tingkat ketimpangan pendapatan antara segelintir kaum kaya dan mayoritas kaum miskin tertinggi di dunia.

Di bawah pemerintahan sayap kanan Sebastian Pinera, Chile memang terperosok dalam jurang ketimpangan dan kemiskinan. Gelombang privatisasi pendidikan telah memicu pemberontakan mahasiswa sejak tahun 2010 lalu.

Bachele berharap, ketidakpuasan rakyat terhadap rezim neoliberal akan menguntungkan pencalonannya. Namun, banyak pengamat beranggapan, rakyat Chile juga menyimpan kekecewaan dengan koalisi kiri tengah Concertación.

“Dia sekarang berhadapan dengan bagian terbesar dari rakyat yang menghendaki perubahan. Bukan sekedar memperbaiki model yang ada sekarang ini,” kata Mauricio Rojas, seorang professor di Universitas Alberto Hurtado.

menurut Rojas, ada sektor sosial yang selama ini secara sosial, politik, dan budaya dibungkam selama 30-an tahun (era kediktatoran Pinochet), tetapi sekarang sudah terbangunkan.

Selain itu, Rojas mengingatkan, setelah berakhirnya kediktatoran Pinochet dan terbukanya jalan demokrasi, ada kritik kuat terhadap sistim ekonomi-politik sistim neoliberal.

Masalahnya, kata Rojas, koalisi kiri-tengah Concertación atau Koalisi Partai untuk Demokrasi, yang berkuasa sejak 1990 dan 2010, turut menerapkan kebijakan neoliberal dan sangat moderat terhadap AS.

Memang, tantangan Bachelet kedepan adalah bagaimana merangkul kembali gerakan sosial dan masyarakat Chile yang sudah bergerak jauh kedepan. Rakyat Chile tidak menginginkan reformasi, melainkan perubahan struktural.

Sejumlah survei mengunggulkan Bachelet bisa meraih suara di atas 50%, yang diperlukan untuk menghindari putaran kedua. Menurut survei CEP (Estudios Publicos consultancy), jika pemilu dilakukan sekarang, Bachelet akan memenangkan suara 54%.

Tetapi belum jelas apa kendaraan politik yang akan digunakan Bachelet. Concertación belum memutuskan akan mengusung Bachelet. Namun, ketika mengumumkan pencalonannya, Bachelet menyatakan akan maju dari koalisi baru yang lebih luas.

Koalisi baru itu akan menyertakan Partai Komunis Chile. Selain itu, koalisi baru ini akan merangkul gerakan sosial dan kekuatan politik oposisi yang lebih luas.

Menurut CEP, jika Concertación maju tanpa Bachelet, maka koalisi kiri tengah itu diperkirakan hanya meraih 20%. Concertación adalah koalisi dari Partai Sosialis, Kristen Demokrat, dan Sosial-Demokrat.

Memang, mayoritas rakyat Chile tidak percaya lagi dengan partai sayap kanan maupun terhadap kiri tengah (Concertation). Dengan demikian, jika Bachelet maju dari oposisi luas yang lebih besar, besar kemungkinan ia punya peluang menjadi Presiden Chile untuk kedua kalinya.

Masalahnya, maukah oposisi luas itu memberikan suaranya bagi Bachelet?

Michelle Bachelet adalah putri dari Jenderal Alberto Bachelet, seorang loyalis pendukung Presiden Salvador Allende. Ketika Allende digulingkan, ayahnya ditangkap oleh Pinochet dan meninggal di penjara.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut