Merasa Tidak Tersentuh Pembangunan, Petani Tuntut Pemekaran Dusun

Sebanyak 150-an orang petani di desa Dane Rase, kecamatan Keruak, Lombok Timur, menggelar aksi massa di kantor camat setempat. Mereka menuntut pemekaran dusun di desa Dane Rase.

“Kami sudah lama hidup terisolir. Proyek pembangunan tidak pernah sampai kepada kami. Pembangunan hanya terjadi di dusun induk,” ujar Syamsuddin, aktivis dari Serikat Tani Nasiona (STN) Lombok Timur.

Para petani bergerak dibawah payung Serikat Tani Nasional (STN). Mereka umumnya tinggal di dusun Lengaluh. Karena itu, warga pun menuntut agar dusun Lengaluh ini dimekarkan menjadi dua: Lengaluh dan Lengaluh timur.

Awalnya, mereka sudah mengajukan proposal pemekaran tersebut ke pemerintah desa dan kecamatan. Lama menunggu dan tidak ada jawaban, masyarakat pun mengecek proposal mereka di pemerintah kecamatan. Rupanya, proposal masyarakat memang belum ditindak-lanjuti.

Pihak pejabat desa dan kecamatan kelurahan beralasan, proposal pemekaran itu tidak dapat ditindaklanjuti karena adanya kebijakan Pemkab Lombok Timur mengenai moratorium pemekeran desa dan dusun.

Petani pun memberi ultimatum seminggu kepada pejabat desa dan kecamatan untuk merespon proposalnya. Jika tidak, mereka berencana menggelar aksi besar-besaran di kantor desa dan kecamatan.

Pihak STN sendiri, dengan dukungan tokoh masyarat dan pemuda, telah membentuk panitia pemekaran. Panitia ini akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai target pemekaran dan tahap-tahap perjuangannya.

ULFA ILYAS

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut