Merasa Diabaikan, Massa Aksi Robohkan Pagar DPRD Riau

Jangan coba-coba meremehkan aksi protes massa rakyat. Begitulah kira-kira pesan yang hendak disampaikan oleh ratusan massa aksi Aliansi Rakyat  Menolak Kenaikan Harga BBM.

Dalam aksi di depan gedung DPRD siang tadi, sekitar 400-an massa Aliansi Rakyat terpaksa merobohkan pagar DPR. Massa aksi kecewa dengan sikap DPRD yang sengaja tutup pagar ketika rakyat datang hendak menyampaikan aspirasi.

“Anggota DPRD mestinya memperbolehkan kami masuk agar mereka dapat  mendengarkan pendapat kami. Bukannya malah memisahkan diri dengan massa rakyat,” ujar Dian, salah seorang aktivis Liga Mahasiswa Nasdem.

Selain itu, kekecewaan massa aksi juga dipicu oleh ketidakmauan anggota DPRD Riau menemui massa aksi. Akibatnya, selain merobohkan pagar kantor DPRD, massa aksi juga memblokade jalan.

Sebelumnya, 400-an massa aksi dari Aliansi Rakyat Menolak Kenaikan Harga BBM menggelar aksi massa. Mereka memulai aksinya dari Taman Labuai dan Taman Makam Pahlawan.

Organisasi yang tergabung dalam aliansi ini, antara lain: Partai Rakyat Demokratik (PRD) Riau, Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Riau, Gerakan Soeara Rakjat (GESER), Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LMN) Riau, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan LSM anak Bangsa.

Ketua SRMI Pekanbaru, Antony Fitra, menyoroti kecenderungan pemerintah ngotot mempertahakan resep-resep neoliberalnya, seperti pencabutan subsidi, liberalisasi sektor migas, dan lain-lain.

“Rezim SBY-Budiono mestinya mengikuti kehendak rakyat yang tidak menghendaki kenaikan harga BBM. Rakyat sudah muak dengan sistim neoliberalisme,” kata Fitra.

Pendapat demikian juga disampaikan oleh Ketua PRD Riau, Bambang Aswendi, yang menjelaskan perihal kepatuhan SBY terhadap kepentingan asing. “Kita bangsa yang dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, tetapi kita hanya merasa kemiskinan,” katanya.

Bambang juga menyoroti kebiasaan rezim SBY untuk berutang. Akibatnya, kata Bambang, Orang tua, anak-anak, cucu-cucu, cicit-cicit kita kelak harus membayar hutang yang tidak pernah mereka buat.

RINALDI SUTAN SATI, Koresponden Berdikari Online Wilayah Riau

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut