Mengungkap Identias Agen Ganda

BREACH

    Jenis : Drama Politik
    Sutradara : Billy Ray
    Penulis : Adam Mazer dan William Rotko
    Produksi : 2007
    Pemain : Chris Cooper, Ryan Phillippe, Dennis Haysbert dan Laura Linney

Robert Hanssen (Chris Cooper) adalah agen senior di FBI dan sangat berdedikasi dalam bekerja. Akan tetapi, FBI dan CIA mencurigai Hansen telah bekerja sebagai agen ganda: satu sisi, dia bekerja di FBI untuk negaranya, tapi pada sisi lain, dia dicurigai menjual sejumlah data penting kepad Uni Soviet.

Sejumlah data penting, seperti nuklir Amerika, telah dijualnya kepada Uni-Soviet. FBI dan CIA pun sudah berusaha membongkar kedoknya, tetapi mengalami kegagalan karena Hanssen bisa menyembunyikan kedoknya.

Seorang agan baru dan masih sangat muda, Eric O’Neill (Ryan Phillipe) namanya, ditugaskan untuk memata-mati Hanssen dan membongkar kedoknya. Ketika mulai menerima tugas itu, Eric tidak mendapat penjelasan detail tentang kenapa ia harus mematai-matai Hanssen. Jawaban itu baru didapatkannya setelah Eric mulai frustasi dan menyakini bahwa Hanssen bukan orang yang berkhianat.

Kate Burroughs (Laura Linney), agen yang mengarahkan Erik, akhirnya memberitahu bahwa Hanssen adalah seoran agen yang telah berhianat dan menjual rahasia kepada Soviet. Menariknya, di dalam film ini, Hanssen berhasil menunjukkan pribadinya yang kuat, berdedikasi, dan taat pada ajaran agama. Erick bahkan sempat mempercayai hal itu.

Inilah sekilasi kisah nyata yang diangkat dalam film BREACH, yang digarap oleh sutradara terkenal, Billy Ray. Film berdurasi 110 menit ini berbicara soal politik dan dunia spionase di Amerika Serikat.

Meskipun ada adegan-adegan menegankan, tetapi film ini bisa dianggap membosankan bagi mereka yang penggemar action atau mereka membayangkan pekerjaan spionase itu dengan tembak-menembak dan pembunuhan. Hampir tidak ada tembak-menembak dan pembunuhan dalam film ini.

Film ini juga sangat miskin tentang trik-trik sebagaimana kebanyakan film tentang spionase. Satu-satunya trik dalam film ini adalah bagaimana Erik dan FBI berusaha mengelabui Hanssen dengan mengulur waktu, sehingga FBI bisa mengutak-atik mobilnya di belakang.

Meskipun ini adalah drama politik, tetapi Hanssen sendiri bekerja dengan Soviet dan Rusia bukan karena urusan politik. Dalam pengakuannya, Hanssen mengatakan bahwa dirinya menjual informasi benar-benar karena motif uang.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut