Menguji Trisakti Dengan Kabinet Kerja

Alif.jpg

Kabinet pemerintahan Jokowi-JK telah resmi diumumkan. Ada 34 kementerian yang dibentuk dalam Kabinet yang disebut dengan Kabinet kerja. 34 kementerian tersebut akan membantu Jokowi-JK dalam menjalankan roda pemerintahan 5 tahun kedepan. Menteri-menteri yang telah ditunjuk telah dilantik dan diambil sumpahnya oleh Presiden Jokowi, dan hampir semua kementerian pun sudah melakukan pergantian jabatan dari pejabat menteri yang lama ke pejabat menteri yang baru. 

Masing-masing menteri telah memasang target. Amran Sulaiman, yang menjabat Menteri Pertanian telah memasang target 4 komoditas pangan, yaitu: beras, jagung, kedelai dan gula akan swasembada selama periode masa kepemimpinannya. Sementara Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dipimpin oleh Susi Pujiastuti, menargetkan 70% hasil laut Indonesia akan menjadi andalan untuk kemandirian bangsa sendiri.

Tentunya banyak pula target telah dicanangkan oleh masing-masing kementerian yang lain. Akan tetapi, yang harus terus diingat oleh bangsa ini adalah target dari pemerintahan Jokowi-JK sendiri yang telah jauh hari berkampanye pada saat pemilihan presiden (pilpres) yang lalu, yaitu Presiden Jokowi telah mengumbar janji akan menjalankan roda pemerintahan bangsa ini dengan mengambil dan mempraktekkan ajaran Sukarno yaitu,Trisakti. Bahkan inti pokok dari ajaran Trisakti, yaitu: politik yang berdaulat, ekonomi yang berdikari serta berkepribadian dalam kebudayaan jelas dan tegas disampaikan dalam forum Sidang MPR RI yang juga dihadiri oleh utusan beberapa negara sahabat.

Tidak hanya itu, dalam pidato selanjutnya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa tugas mewujudkan cita-cita Trisakti adalah tugas sejarah dari bangsa ini. Entah apa yang menjadi motif dari Presiden Jokowi dalam pidato pertamanya yang banyak mengangkat soal Trisakti.  Tapi yang pasti dalam makna yang lebih dalam pidato Presiden Jokowi mengisyaratkan bahwa ajaran Trisakti adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar oleh pemerintahannya kedepan.

Setelah pidato pertama itu pun harapan publik akan cita-cita Trisakti mulai mengemuka. Sebagian masyarakat menunjukkan respon positif atas Pidato Trisakti yang disampaikan oleh Presiden Jokowi.

Namun, situasi berkata lain setelah kabinet pemerintahan Jokowi-JK diumumkan. Kabinet Trisakti, yang oleh banyak kalangan menamakan kabinet Jokowi-JK ternyata malah dinamakan Kabinet Kerja oleh Presiden Jokowi. Pun nama-nama menteri yang diumumkan oleh Jokowi ternyata sedikit banyaknya meninggalkan masalah tersendiri. Sebutlah soal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memberikan tanda merah dan kuning kepada calon-calon menteri sebelum diumumkan kemarin, kemudian terjadi tarik ulur nama-nama menteri oleh beberapa partai pendukung.

Tentunya kita tidak menginginkan pidato Trisakti oleh Presiden Jokowi tidak menjadi anti klimaks oleh karena harapan publik akan nama-nama menteri tidak atau belum mampu memenuhi harapan akan cita-cita Trisakti.

Akan tetapi momentum kampanye Trisakti yang telah Presiden Jokowi ciptakan sendiri harusnya dijaga agar terus “hangat”. Baik pemilih, kalangan relawan, pendukung jokowi yang lain bahkan siapapun itu berkewajiban untuk terus menjaga agar cita-cita Trisakti yang telah banyak disampaikan Presiden Jokowi dalam pidatonya dibeberapa kesempatan menjadi nyata dalam pemerintahan Jokowi-JK.

Bahkan dalam beberapa hari terakhir justru kita banyak berdebat oleh hal yang sifatnya remeh-temeh dari beberapa nama-nama menteri yang dipilih oleh Presiden Jokowi menjadi pembantunya. Sungguh sebuah hal yang sebenarnya justru akan menjauhkan kita untuk terus mengontrol dan mengingatkan cita-cita Trisakti kepada Jokowi-JK, dan semoga kecemasan kita terhadap Kabinet Kerja tidak bisa melaksanakan cita-cita Trisakti bukan karena calon menteri yang kita jagokan tidak terpilih dalam kabinet Jokowi-JK.

Alif Kamal, Staf Deputi Politik Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP PRD)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut