Menanti Kabinet Trisakti

Jokowi-Presiden

Sejak kampanye pemilihan presiden tahun 2014, kata Trisakti seakan hampir setiap saat menjadi bahan perbincangan rakyat Indonesia. Bukan apa-apa, tema Trisakti menjadi bahan kampanye dari kedua calon presiden yang menjadi kontestan dalam Pilpres 2014. Dan kata Trisakti menjadi pamungkas manakala pada saat Presiden Jokowi menjadikannya sebagai inti dari Pidato Kenegaraan pertama beliau pada saat mengambil sumpah menjadi Presiden, Senin (20/10/2014).

Berdaulat secara politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya adalah 3 rangkaian kalimat yang mengandung makna besar manakala diucapkan dalam forum besar sekelas sidang MPR dan dihadiri oleh beberapa kepala negara sahabat. Bagi saya, pemerintahan kedepan akan menuai dukungan dari rakyat manakala cita-cita Trisakti benar-benar menjadi ruh dari jalannya pemerintahan. Sebaliknya, ia akan menjadi “senjata makan tuan” manakalah pemerintahan Jokowi-JK menjauh dari Trisakti.

Catatan yang menjadi awal evaluasi bagi Pemerintahan Jokowi-JK adalah penempatan orang-orang yang akan dipilih menjadi Menteri dalam kabinetnya. Hal ini penting, mengingat cerminan dari program pemerintahan akan terlihat dengan siapa yang akan ditunjuk dalam kebinet Jokowi-JK. Karena semangat Jokowi-JK adalah semangat Trisakti, maka struktur kabinetnyapun harus mencerminkan semangat Trisakti. Orang-orang yang selama ini disinyalir menjadi agen komprador neoliberal harusnya tidak masuk dalam daftar kandidat Menteri Kabinet Jokowi-JK.

Bung Karno di tulisannnya Mencapai Indonesia Merdeka, tahun 1933, berpesan: “dalam perjuangan habis-habisan mendatangkan Indonesia Merdeka, kaum Marhaen harus menjaga agar jangan sampai nanti mereka yang kena getahnya, tetapi kaum borjuis yang memakan nangkanya.” Artinya, jangan sampai rakyat yang selama ini mati-matian berjuang untuk memenangkan Jokowi-JK dan menaruh harapan besar padanya hanya menjadi “Pengupas Nangka”.

Semoga pemerintahan Jokowi-JK benar-benar berwajah dan berjuang untuk Trisakti.

Alif Kamal, Staff Deputi Politik Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut