Melawan Korupsi Melalui Musik

Navicula, salah satu band indie rock yang masuk dalam album kompilasi 'Frekuensi Perangkap Tikus'.

Indonesia Corruption Watch (ICW), lembaga yang selama ini berada di garis depan memerangi korupsi, menggandeng 10 musisi indie dalam pembuatan album kompilasi anti-korupsi berjudul “Frekuensi Perangkap Tikus”.

Kesepuluh musisi Indie itu adalah Morfem, Adrian “Efek Rumah Kaca”, Risky Summerbee & The Honeythief, Iksan Skuter, Harlan Boer, Zeke Khaseli, Simponi, Navicula, Eyefeelsix (feat. Morgue Vanguard) dan Sajama Cut.

Illian Deta Arta Sari, aktivis ICW dan sekaligus produser album ini, mengatakan, kampanye anti-korupsi melalui musik diharapkan bisa menjadi formula yang tepat untuk menarik anak-anak muda dalam memerangi korupsi.

“Apa yang bisa dilakukan ya dilakukan. Juga lewat kesenian, lewat mural. Nah, ini salah satunya juga lewat musik,” kata Deta Arta.

Menurutnya, terkadang orang tidak suka atau malas datang ke acara diskusi atau acara serius lainnya, tetapi dengan musik orang bisa mendengar kapan saja dan dimanapun. “Di mobil, mau di rumah atau dimanapun,” katanya.

ICW juga punya alasan kuat kenapa menggandeng musisi indie, bukan musisi yang sudah terbit di industri besar. Menurutnya, semangat musisi indie dalam berkarya sejalan dengan semangat perlawanan terhadap korupsi.

Dari 10 musisi indie tersebut, warna musik mereka berbeda-beda. Namun, lirik yang dimunculkan hampir semuanya berbau protes sosial. Adrian Yunan Faisal, personil Efek Rumah Kaca, yang muncul dengan lagu berjudul “Di Sekolah-Sekolah”. Melalui lagu ini, Adrian menyatakan pendidikan sebagai hak setiap orang, termasuk mereka yang “tak berpunya”. Ini bisa dilihat pada lirik berikut: “Walaupun tak punya, kami wajib sekolah/ Jangan biarkan kami bodoh, tak punya cita-cita.”

Kemudian ada Morfen dengan lagu berjudul “Kami Bosan Jadi Negara Dunia Ketiga.” Lagu ini mengeritik pembagian kue kemakmuran yang tidak adil. Selain itu, korupsi juga menjadi penghambat negara ini menjadi negara dunia pertama.

Harlan dengan lagu “Suap-Suap”-nya tak kalah kritis. Lagu ini mengeritik praktek suap yang menggurita di negeri ini. Saking parahnya, hampir semua urusan di negeri ini harus diselesaikan dengan suap. Akibatnya, hanya mereka yang berduitlah yang bisa menikmati “urusan lancar” di negeri.

Yang tak kalah “sadis”-nya adalah lagu Iksan Skuter yang berjudul “Partai Anjing”. Ia menyindir praktek korupsi yang melandai hampir semua partai politik. “Korupsi yang banyak biar modal balik lagi,” teriaknya. Alih-alih membela rakyat, partai-partai politik justru memakan uang rakyat dan menjual aset negara.

Lain lagi dengan Eyefeelsix (feat. Morgue Vanguard) dengan lagunya “Mimpi Basah Pembangkangan Sipil”. Band rock Indie ini terang-terangan menyerukan revolusi sebagai solusi untuk mengatasi berbagai persoalan kronis bangsa ini.

Dan yang paling menarik, menurut saya, adalah Navicula dengan lagunya “Mafia Hukum”. Band rock ini mengeritik praktek kolusi dan korupsi yang terus menghantui negeri ini. Navicula mengeritik penegakan hukum yang lebih memihak kepada pemilik modal. “Mafia hukum, hukum saja! Karena hukum tak mengenal siapa,” begitu liriknya.

Kemudian ada band Simponi, band yang digawangi oleh Rendy Ahmad—pemeran “Laskar Pelangi”. Simponi membawakan lagu andalannya: Vonis/ Verdict, lagu yang meraih juara dua dalam kompetisi Internasional “Musik Anti-Korupsi”. Melalui lagu ini, Simponi berteriak lantang “Tanah Air Tanpa Korupsi”.

Lahirnya album kompilasi ini patut diapresiasi. Ini merupakan gejala positif bagi perkembangan musik yang menggabungkan antara musik dan aktivisme politik. Kita berharap, dengan menggunakan musik, antusiasme kaum muda bisa dibangkitkan.

Dan, satu hal yang penting, album kompilasi “Frekuensi Perangkap Tikus” ini bisa didapat dengan gratis. Anda bisa mendengar atau mengunduhnya di http://www.beranijujur.net/.

Daftar lagu:
01. Adrian – Di Sekolah-sekolah
02. Morfem – Kami Bosan Jadi Negara Dunia Ketiga
03. Harlan – Suap-suap
04. Iksan – Partai Anjing
05. Risky Summerbee and the Honeythief – Subterfuge
06. Eyefeelsix feat. Morgue Vanguard – Mimpi Basah Pembangkang Sipil
07. Navicula – Mafia Hukum
08. Simponi – Vonis
09. Zeke Khaseli – Julius Alpha
10. Sajama Cut – “Kings and Barbarians”

Sigit Budiarto

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut