Masyarakat Pulau Padang: Tidak Pantas Bicara Pendatang Dan Tempatan

Muhammad Riduan, salah seorang perwakilan petani Pulau Padang yang sedang menggelar aksi di depan gedung DPR di Jakarta, menganggap pernyataan yang membedakan penduduk tempatan dan pendatang di Pulau Padang sebagai pernyataan tidak relevan dan sangat provokatif.

“Itu tidak relevan diungkapkan. Semua suku bangsa sudah lama hidup damai dan rukun di Pulau Padang. Apalagi Pulau Padang masih wilayah NKRI, sehingga orang Indonesia manapun berhak hidup di sana,” ujar Riduan.

Para petani tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Penyelamat Pulau Padang (FKMP3). Forum itu merupakan gabungan tokoh masyarakat, tokoh ulama, sejumlah kepala desa, organisasi pemuda dan kemasyarakatan, dan rakyat Pulau Padang.

Selain itu, para petani yang menggelar aksi jahit mulut di Jakarta membawa identitas berupa KTP dengan domisili Pulau Padang. Selain itu, mereka juga membawa berita acara berupa dukungan dari sejumlah kepala desa di Pulau Padang: Bagan Melibur, Mengkirau, dan Lukit.

Tidak hanya itu, para aktivis petani juga membawa ribuan tanda-tangan warga Pulau Padang yang menolak keberadaan HTI. “Ini merupakan bukti konkret untuk membantah tudingan bahwa kami tidak mewakili warga pulau padang,” ujar Riduan.

Sebelumnya, segelintir orang berkomentar miring tentang aksi jahit mulut di Pulau Padang. Salah salah satu komentar miring itu dimuat di Okezone, tanggal 19 Desember 2011, berisi pernyataan orang bernama Teguh, H. Rojali, dan Sulaeman AB.

Ketiga orang ini juga ditengarai pernah melontarkan pernyataan serupa saat 50-an petani Pulau Padang menggelar aksi di Jakarta pada akhir April 2011 lalu. Pernyataan itulah yang “ditelan” mentah-mentah oleh Menhut Zulkifli Hasan saat melontarkan pernyataan “Pulau Padang tidak berpenghuni”.

Riduan meminta pihak kepolisian Bengkalis segera mengamakan ketiga orang provokator di atas. “Segera amankan ketiga orang itu. Kami takut mereka akan menjadi korban amuk massa rakyat Pulau Padang. Rakyat Pulau padang sudah emosi dengan ucapan mereka,” ujar Riduan.

Pihaknya mengaku tidak bisa menjamin keselamata nyawa tiga provokator tersebut. Ia pun berharap agar ketiganya diamankan dan dipenjara. “Mereka telah melakukan pembohongan publik dan melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap warga Pulau Padang,” tegasnya.

AGUS PRANATA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Setubuh Akunyah samah kamyu ~ sekian terima kasih