Masinton: Freeport Adalah VOC Gaya Baru!

Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu, menganggap keberadaan PT Freeport di Indonesia tidak perlu dipertahankan lagi. Pasalnya, perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu merupakan bentuk kolonialisme baru.

“Persoalan Freeport ini adalah kolonialisme baru. Ini adalah praktik Vereenigde Oostindische Compagnie(VOC) baru. Ini ang harus dibongkar,” ujar Masinton dalam diskusi bertajuk “Freeport, Politik, dan Kekuasaan” di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (12/12/2015).

Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan, sejak masuk ke Indonesia tahun 1967, Freeport memang selalu berkongkalikong dengan pejabat negara untuk meraup keuntungan. Saat itu, kata Masinton, Freeport punya andil dalam penyusunan Undang-Undang Penanaman Modal Asing (PMA).

“Inilah benteng kolonialisme baru yang harus dijebol,” ujar mantan aktivis mahasiswa 1998 ini.

Masinton melanjutkan, episentrum kegaduhan yang terjadi sekarang ini adalah banyak pejabat yang ikut kongkalikong dengan Freeport. Termasuk dalam kasus “Papa Minta Saham” yang sedang mencuat.

“Episentrum kegaduhan adalah ketika pejabat ikut berbisnis. Sepanjang pejabat yang ditunjuk itu berbisnis, pasti gaduh. Karena conflict of interest pasti tinggi di sana,” terang dia.

Karena itu, Masinton mengatakan, kegaduhan “Papa Minta Saham” menjadi momentum untuk menyadari bahwa Indonesia masih terjajah. Sekaligus, kata dia, momentum untuk memperjuangkan ekonomi berdikari.

“Ini momentum untuk menegakkan ekonomi berdikari. Jangan lagi membungkuk pada korporasi asing, kita harus berdiri dengan kepala tegak,” tegasnya.

Karena itu, Masinton meminta pemerintahan Jokowi-JK untuk tidak memperpanjang kontrak karya Freeport. Selanjutnya, perusahaan tambang asal AS itu dikelola oleh negara untuk kemakmuran rakyat.

Dia menyambut baik inisiatif koleganya di DPR untuk membentuk Pansus terkait Freeport. Pansus tersebut, kata dia, akan menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola sumber daya alam di Indonesia.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut