Malam Tahlilan Untuk Ruyati Di Depan Istana Negara

Simpati dan keprihatinan terhadap TKI Indonesia yang dihukum pancung di Arab Saudi, Ruyati, terus mengalir. Giliran puluhan aktivis dan penggiat sosial menggelar malam tahlilan bersama untuk Ruyanti di depan Istana Negara, tadi malam (20/6).

Acara ini diorganisir oleh aktivis dan tokoh politik, diantaranya: Yenny Wahid (politisi), Effendi Ghazali (intelektual), Romo Benny (pemuka agama), Taufik Basari (LBH), Anis Hidayah (Migrant Care), dan lain-lain. Hadir pula perwakilan keluarga Ruyanti, yaitu anak dari Ruyanti, Een Nuraini.

Selain membacakan doa untuk Ruyati, para aktivis ini juga menyampaikan sejumlah kritikan terhadap ketidakmampuan pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada TKI di Arab Saudi dan negara-negara lainnya.

Spanduk besar bertuliskan “  Duka Untuk Rakyat: Negara Korup, Rakyat Terpancung” terpasang sebagai latar-belakang acara tahlilan sederhana ini. Namun, meski terkesan sederhana, para peserta terlihat khidmat.

Yenny Wahid mengganggap kejadian yang menimpa Ruyati sebagai bukti lemahnya diplomasi pemerintah RI dalam melindungi TKI. Pemerintah kecolongan dan lemah dalam diplomasi perlindungan TKI di luar negeri.

Selain itu, Yenny juga meminta agar pemerintah tidak saling lempar tanggung jawab terkait kasus Ruyati ini. “Pemerintah agar lebih serius dalam hal ini, jangan lempar tanggung jawab. Harus serius melindungi TKI.”

Een Nuraini, anak dari Ruyati, tak kuasa menahan air mata tatkala diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan dalam tahlilan semalam. “Selamat jalan, Umi, semoga Ibu tenang di alam sana,” kata Een dengan terisak-isak.

Meskipun acara tahlilan ini sangat sederhana dan berjalan damai, tetapi pengamanan kepolisian sangat ekstra ketat. Bahkan, ada semacam kesan Polisi hendak menutupi acara ini dari pandangan, dengan menempatkan banyak sekali mobil mengelilingi acara ini.

Sebagian peserta pun mengaku kecewa dengan tindakan kepolisian itu. “Polisi terlalu paranoid. Sampai-sampai menggunakan cara-cara seperti itu untuk menutupi acara ini dari pengetahuan masyarakat umum,” kata seorang peserta.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut