Majelis Buruh Indonesia Dideklarasikan

Rapat akbar dalam rangka peringatan Hari Buruh Sedunia di Gelora Bung Karno (GBK), Selasa (1/5/2012), menghasilkan pembentukan semacam majelis buruh yang disebut “Majelis Pekerja Buruh Indonesia”.

Majelis Pekerja Buruh Indonesia—disingkat MPBI—ini diinisiasi oleh tiga konfederasi serikat buruh utama di Indonesia, yaitu KSPSI, KSBSI, dan KSPI. Ketiganya mengklaim punya anggota 8 juta di seluruh Indonesia.

“MPBI akan memperjuangkan apa-apa yang menjadi pokok persoalan kaum buruh di Indonesia saat ini,” kata Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea.

Andi Gani menjelaskan, MPBI akan berjuang agar kaum buruh di Indonesia bisa menjadi manusia yang bermartabat. Ia juga menegaskan bahwa Majelis Buruh ini akan melawan segala bentuk eksploitasi terhadap kaum buruh.

Dalam manifesto politiknya, MPBI mengusung tiga platfom utama: pangan, kemerdekaan, dan perlindungan.

Di bidang pangan, MPBI memperjuangkan upah layak, menuntut pemerintah mengontrol harga barang, perbesar subsidi negara untuk rakyat, jaminan sosial untuk rakyat, dan pelibatan buruh yang lebih besar dalam merumuskan kebijakan ekonomi negara.

Di bidang kemerdekaan, MPBI berjanji akan memperjuangkan kebebasan berserikat dan kemerdekaan berpendapat di muka umum. Selain itu, MPBI akan menuntut penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing.

Di bidang perlindungan, MPBI akan memperjuangkan kehidupan kaum buruh agar lebih sejahtera, adil, manusiawi, dan bermartabat. Caranya: MPBI akan memperjuangkan jaminan sosial kepada seluruh rakyat, kesempatan menikmati pendidikan bagi anak buruh, dan tata-hubungan industrial yang terimplementasi dalam perjanjian kerja bersama di tingkat perusahaan.

Deklarasi MPBI ini juga diikuti oleh sejumlah serikat non-konfederasi seperti FSP-TSK, FSBI, OPSI, FSP LEM, FSP Parkes, dan FS Pewarta.

ULFA ILYAS

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut