Mahasiswa Unair Kecam Kebijakan Rektorat Gusur PKL

Puluhan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) menggelar aksi protes di depan kampus B Unair, siang tadi (29/9). Mereka mengecam kebijakan rektorat Unair yang telah menggusur para pedagang kaki lima (PKL) di trotoar depan kampus.

Dalam aksi itu, mahasiswa memperlihatkan sebuah aksi tetrikal yang menggambarkan bagaimana petugas keamanan merampas barang-dagangan PKL. “Tindakan semena-mena yang di lakukan oleh Birokrasi Unair, yang didukung oleh Pemkot Surabaya, sangat menciderai rasa kemanusian,” kata Fikri Ramadhan, aktivis dari Forum Advokasi Mahasiswa (FAM) Unair.

Penggusuran itu, kata Fikri, sudah direncanakan sejak tahun 2008. Akan tetapi, rencana itu selalu digagalkan oleh perlawanan mahasiswa dan pedagang.

Tentang alasan penggusuran, pihak rektorat berdalih bahwa keberadaan para PKL telah menyebabkan kekumuhan dan kemacetan lalu lintas. Satpol PP pun sudah berkali-kali merampas dan menyita barang dagangan milik PKL.

Mahasiswa menganggap, tindakan pejabat Unair ini sangat kontradiktif dengan gembar-gembor mereka tentang “Universitas Excellent With Morrality”. “Mereka tega melakukan tindakan yang menciderai rasa kemanusian,” tegas Fikri.

Mahasiswa juga menganggap perilaku pejabat Unair saat ini sudah menyimpang dari semangat pendirian kampus Unair sebagai kampus pro-rakyat.

Selain aktivis FAM Unair, aksi siang tadi juga diikuti oleh aktivis dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia FEB dan HIMA Managemen Pemasaran.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut