Mahasiswa UMMU Ternate Protes Pemecatan 10 Mahasiswa

Tindakan rektorat Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) memecat 10 mahasiswanya terus menuai protes. Siang tadi (4/1/12), ratusan mahasiswa menggelar aksi massa untuk memprotes keputusan tersebut.

Mahasiswa menganggap SK rektor tersebut cacat hukum. Pasalnya, menurut mahasiswa, SK pemecatan itu tidak memiliki dasar yang jelas dan tidak memberi kesempatan kepada korban untuk melakukan pembelaan.

“Dalam point 4 dan 5 SK tersebut, ada ketentuan mengenai hak mahasiswa untuk menyampaikan pembelaan. Tapi, sampai sekarang, 10 mahasiswa korban pemecatan itu tidak diberi kesempatan membela diri,” ujar Agus Riyanto, ketua jurusan mahasiswa teknik informatika.

Mahasiswa juga menganggap alasan pemecatan itu sangat berkaitan dengan upaya kampus untuk menjaga citra. Padahal, dalam kasus ini, hak mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan juga mestinya diperhatikan.

Dalam aksi itu, mahasiswa membakar ban bekas di depan gedung rektorat. Mereka juga membakar foto rektor dan jas almamater sebagai bentuk kekecewaan. “Mahasiswa merasa terbaikan dalam menyampaikan aspirasi,” ujar seorang orator.

Mahasiswa kemudian ditemui oleh perwakilan rektorat, yaitu Wakil Rektor II dan Wakil Rektor III. Kedua belah pihak kemudian menggelar dengar pendapat di aula wisuda UMMU Ternate.

Rapat dengar pendapat ini sempat tegang. Pihak perwakilan rektorat enggan menjawab semua pertanyaan mahasiswa. Wakil Rektor II UMMU Ternate, Hasan Seknun, SH.MH, justru menganggap SK tersebut sudah final dan tidak bisa diganggu gugat.

SK pemecatan terhadap 10 mahasiswa ini bermula dari kasus bentrokan antara mahasiswa Fakultas Teknik dengan FISIP pada bulan November tahun lalu. Bentrokan itu meninggalkan kerusakan besar pada ruang belajar dan laboratorium komputer.

Pihak kampus pun membentuk Tim Hukum dan Tim Investigasi untuk mengusut kejadian ini. Masalahnya, menurut mahasiswa, 10 orang mahasiswa yang mendapat SK pemecatan itu tidak pernah diperiksa oleh tim tersebut.

Tim hukum dan investigasi juga menolak bertemu mahasiswa tanpa alasan yang jelas. Berkali-kali mahasiswa melayangkan surat protes, tetapi tidak pernah direspon oleh tim tersebut.

LEO RANGGA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • kardi LMND MKSSAR

    kalau saya melihat pihak birokrasi tidak boleh ambil tindakan yang sepihak padahal mahasiswa yang di pecat itu blum tentu ikut dlm bentrok antr fakultas mungkin justru mreka yng mnjadi korban…. ini sangat tidak logis dan rasional suatu keputusan yang sangat demokratis..

  • Dicky PERMATA INDONESIA

    Semoga saja semua pihak bisa terbuka hatinya dan mau untuk mendudukkan masalah dalam satu forum yang terbuka dan transparan.
    Buat kawan2 mahasiswa, terus berjuang dan jangan biarkan keadaan ini berlanjut layaknya zaman ORBA (NKK) yang hanya mengambil keputusan sebelah pihak saja.

    \Lebih baik mati melawan, daripada hidup ditindas\

    HIDUP MAHASISWA…

  • kebijakan yang telah melecehkan nama baik mahasiswa, kewibawaan Muhammadiyah, mengesampingkan Tridharma perguruan Tinggi, dan tidak memiliki sandaran Hukum Yg Jelas.
    sekiranya saran kami agar persoalan ini Harus segera menjadi pembahasan di tingkat Nasional (PP Muhammadiyah, Kopertis Dll). .
    untuk kawan-kawan mahasiswa jangan pernah jenuh berjuang sampai persolan ini selesai dab terhindar dari orang2 yang hanya memanfaatkan jabatan Untuk kepentingan Indifidu. .
    salam Perubahan
    Merdeka…………..