Mahasiswa Teknik Unhalu Bersolidaritas Untuk Rakyat Bima

Aksi solidaritas untuk rakyat Bima kian meluas. Kali ini giliran mahasiswa teknik ambil-bagian dalam gerakan solidaritas ini. Di Kendari, Sulawesi Tenggara, sedikitnya 70-an mahasiswa teknik Universitas Haluoleo menggelar aksi solidaritas, siang tadi (29/12).

Sejak pagi, sekitar pukul 09.00 WITA, mahasiswa teknik sudah memulai menggelar aksi di pelataran kampusnya. Lalu, beberapa saat kemudian, mereka pun berkonvoi menuju kantor DPRD Sultra.

Di kantor perwakilan rakyat itu, massa Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Haluoleo (KBM F. TEKNIK UNHALU) menemui kekecewaan: tidak seorang anggota Dewan berada di gedung tersebut. Mereka pun hanya bisa menyampaikan orasi dan tuntutan.

Setelah itu, massa menggeser aksinya ke perempatan lampu merah MTQ. Di sini, mahasiswa membakar ban sebagai simbol protes atas kekerasan polisi di Bima. “Polisi tidak lagi menjadi pengayom rakyat, tetapi telah menjadi pelindung pengusaha,” ujar seorang orator.

Mahasiswa juga menganggap rejim SBY-Budiono paling bertanggung-jawab atas kekerasan yang terjadi di Bima. Pasalnya, bagi mahasiswa, kekerasan di Bima itu hanya ekses dari keberpihakan aparatus negara terhadap modal.

Mahasiswa pun menyerukan pembentukan Panitia Penyelesian Konflik Agraria Nasional sebagai solusi atas berbagai konflik agraria nasional. Menurut mahasiswa, panitia ini bersifat independen dari pemerintah dan beranggotakan banyak organisasi rakyat.

Mahasiswa juga menuntut agar TNI/Polri tidak lagi terlibat dalam penanganan berbagai konflik agraria di Indonesia. Mereka menyerukan agar berbagai konflik agrarian diselesaikan dalam kerangka pasal 33 UUD 1945 dan UU pokok agrarian (UUPA) 1960.

Aksi solidaritas ini ditutup dengan pembakaran foto SBY-Budiono.

ALYP MARASAI

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut