Mahasiswa Tabur Bunga di Makam Ki Hajar Dewantara

Puluhan mahasiswa dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi dan Forum BEM Pendidikan Yogyakarta menggelar doa bersama dan tabur bunga di makam tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara, di Taman Makam Wijaya Brata, Umbul Harjo, Yogyakarta. Doa bersama ini merupakan bentuk aksi untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Sebelum menggelar doa bersama, mahasiswa menggelar aksi simpatik di depan gerbang makam itu. Aksi ini dilakukan usai upacara peringatan Hardiknas yang dilakukan Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di depan makam Ki Hajar Dewantara, Senin (2/4/2011).

Para mahasiswa itu membentangkan spanduk putih bertuliskan ‘Wujudkan Pendidikan Gratis Berkualitas untuk Rakyat’ dan spanduk merah bertuliskan ‘Gulingkan SBY’.

Koordinator aksi Kelik Priyanto mengatakan pendidikan nasional diselewengkan hanya untuk memenuhi pasar tenaga kerja murah dan pelayan jasa bagi modal-modal internasional.

Saat ini, katanya, pendidikan sudah mengarah ke komersialisasi sehingga tidak ada rakyat miskin yang bisa sekolah. Pihaknya juga menyatakan pemerintahan SBY tidak bisa membawa kesejahteraan rakyat terutama pendidikan gratis bagi rakyat.

“Kami minta untuk segera menghentikan pemerintahan neolib SBY dan Boediono,” katanya.

Sementara itu Ahmad Zani Presiden Forum BEM Pendidikan Yogyakarta menyatakan dalam orasinya bahwa sudah saatnya pemerintah mewujudakan pendidikan gratis yang bervisi kerakyatan.

Selain itu, Zani dalam orasinya juga menuntut untuk meningkatkan kesejahteraan yang layak pada tenaga pengajar, “sudah saatnya para guru mendapat gaji yang layak” ungkapnya.

Setelah melakukan aksi tabur bunga para mahasiswa tersebut bergerak menuju kampus Universitas Gadjah Mada untuk bergabung dengan mahasiswa lain yang menolak portalisasi dan komersialisasi.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut